GORONTALO UTARA — Pertamina memastikan pasokan bahan bakar untuk kendaraan evakuasi dan alat berat di Kecamatan Biau tidak terhambat. Sebanyak 400 liter Biosolar telah disalurkan langsung ke titik-titik penanganan darurat di wilayah terdampak bencana.
Bantuan ini difokuskan untuk menggerakkan ekskavator dan dumptruck yang membuka akses jalan serta mengevakuasi warga. Tanpa pasokan solar, proses evakuasi dan pembersihan material lumpur dipastikan akan berjalan lambat.
Kecamatan Biau merupakan salah satu wilayah paling parah terdampak bencana di Gorontalo Utara. Jalan utama penghubung antardesa tertimbun material longsor dan lumpur, sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
Alat berat menjadi satu-satunya andalan untuk membuka akses. Namun, ketersediaan bahan bakar di lokasi bencana kerap menjadi kendala karena stok habis atau distribusi terhambat. Pertamina merespons dengan mengirimkan 400 liter Biosolar secara langsung.
Pasokan tersebut dirancang untuk kebutuhan operasional alat berat selama beberapa hari ke depan. Pertamina juga menyiagakan tim untuk memantau konsumsi bahan bakar dan memastikan tidak ada kekosongan stok di lapangan.
Langkah ini merupakan bagian dari dukungan logistik penanganan bencana yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan. Evakuasi warga yang masih terjebak di beberapa titik terus diupayakan.
Bencana di Gorontalo Utara menyebabkan ribuan warga terdampak dan sejumlah infrastruktur rusak. Pasokan energi menjadi faktor kritis dalam proses pemulihan di hari-hari pertama pascabencana.