PALU — Gubernur Sulawesi Tengah mengaku baru pertama kali mengikuti prosesi tabur bunga dengan menggunakan kapal perang di Teluk Palu. Momen itu terjadi saat peringatan Hari Trisula yang digelar TNI Angkatan Laut di perairan Kota Palu.
Dalam keterangannya, Gubernur menyampaikan rasa syukur dan bangga bisa mengikuti rangkaian acara yang belum pernah ia alami sebelumnya. Prosesi tabur bunga biasanya dilakukan di darat atau dari dermaga, namun kali ini berbeda.
“Baru kali ini saya bisa ikut tabur bunga dengan kapal perang,” ujarnya di hadapan awak media usai kegiatan.
Hari Trisula merupakan hari besar bagi TNI AL yang diperingati setiap tahun. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya meneguhkan kembali tugas pokok matra laut.
Menurut Dan Satgas Kolonel Laut Agung Nugroho, digelarnya peringatan Trisula di Palu mengingatkan pentingnya tugas TNI AL adalah menegakkan hukum. “Ini momentum untuk memperkuat kesadaran akan kedaulatan dan penegakan hukum di laut,” kata Kolonel Agung.
Peringatan Trisula di Palu menjadi pengingat bagi seluruh elemen, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, akan pentingnya menjaga keamanan dan kedaulatan laut. Apalagi, Sulawesi Tengah memiliki garis pantai yang panjang dan perairan yang rawan terhadap pelanggaran hukum.
Kehadiran kapal perang dan kegiatan semacam ini diharapkan memberikan efek gentar bagi pelaku kejahatan laut. Masyarakat pesisir di Teluk Palu pun diimbau untuk lebih aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar perairan.
Kolonel Agung menambahkan, TNI AL akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum lainnya untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah perairan Sulteng.