Bupati Sigi Tegaskan Tolak Semua Tambang Emas Ilegal, Fokus Genjot Sektor Pertanian

Penulis: Hendra Wijaya  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 19:31:16 WIB
Bupati Sigi menegaskan penutupan seluruh tambang emas ilegal demi kelestarian lingkungan.

SIGI — Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menegaskan komitmennya untuk menolak dan menertibkan seluruh aktivitas pertambangan emas ilegal di daerahnya. Penegasan ini disampaikan di tengah maraknya praktik PETI yang mengancam kelestarian lingkungan dan sektor pertanian yang menjadi andalan warga.

"Saya sama sekali belum tertarik dengan pertambangan emas, makanya saya perintahkan tutup semua lokasi pertambangan di Kabupaten Sigi karena memang hanya ingin fokus pada sektor pertanian," ujar Rizal saat ditemui di Lolu, Selasa.

Alasan Penolakan: Merkuri dan Kerusakan Lingkungan

Bupati Rizal mengaku tidak tertarik dengan aktivitas tambang emas lantaran prosesnya banyak menggunakan merkuri dan bahan kimia berbahaya lainnya. Menurutnya, dampak negatif dari PETI jauh lebih besar dibandingkan manfaat ekonomi jangka pendek yang diperoleh.

"Kufur nikmat saya jika sebagai pimpinan daerah tidak mengurus kesejahteraan masyarakat, tapi saya masih punya keyakinan bahwa dengan pertanian maka masyarakat Sigi akan lebih sejahtera dibandingkan dengan adanya tambang emas," sebutnya.

7 Titik Tambang Ilegal di Taman Nasional Lore Lindu

Berdasarkan data Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL), terdapat tujuh lokasi tambang emas ilegal yang tersebar di Kabupaten Sigi dan Poso. Luas lahan yang terdampak bervariasi, mulai dari 0,13 hektare hingga 15 hektare.

  • Dongi-dongi: 15 hektare
  • Hanggira: 2,6 hektare
  • Kangkuro: 2,5 hektare
  • Wanga: 1,7 hektare
  • Sibowi: 0,5 hektare
  • Ueloe: 0,3 hektare
  • Kintabaru: 0,13 hektare

Alihkan Fokus ke Sektor Pertanian

Alih-alih mengizinkan tambang, pemerintah daerah justru mendorong pengembangan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi warga Sigi. Bupati Rizal mengaku telah meminta Dinas Tanaman Pangan dan Dinas Pekerjaan Umum untuk mendata lokasi sawah yang kesulitan irigasi.

"Saya sudah minta Dinas Tanaman Pangan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk mendata lokasi sawah yang tidak bisa dialiri air agar bisa diberikan bantuan sumur buatan," kata dia.

Langkah ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Sigi dalam menggenjot produktivitas pertanian sebagai alternatif utama menggantikan aktivitas tambang ilegal. Dengan pembangunan infrastruktur irigasi, diharapkan para petani bisa meningkatkan hasil panen tanpa harus merusak lingkungan.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top