Bensin jenis Pertalite dengan RON 90 kini dibanderol Rp10.000 per liter di semua SPBU Pertamina yang tersebar dari Kabupaten Banggai hingga Kota Palu. Penetapan harga ini berlaku sejak 4 Mei 2026 dan telah diumumkan melalui papan pengumuman digital di setiap stasiun pengisian. Bagi pengendara roda dua dan mobil pribadi, angka ini masih lebih rendah Rp2.000 dibandingkan Pertamax yang saat ini berada di kisaran Rp12.000 per liter.
Di SPBU Jalan Emi Saelan, Kelurahan Besusu Barat, harga Pertalite tercatat Rp10.000 per liter. Sementara Pertamax Turbo (RON 98) dijual Rp14.200 per liter. Solar subsidi (Biosolar) masih bertahan di Rp6.800 per liter, khusus untuk kendaraan niaga dan angkutan umum yang terdaftar.
Pengemudi taksi online di Kota Palu mengaku harga ini masih cukup meringankan dibandingkan harus beralih ke Pertamax. "Setiap kali isi full tank di SPBU Tatura, selisihnya sekitar Rp15.000 untuk 10 liter," ujar salah seorang pengemudi yang ditemui di SPBU Jalan Moh. Hatta.
Di SPBU Jalan Trans Sulawesi, Desa Labuan Panimba, Kabupaten Donggala, harga Pertalite sama persis dengan di ibu kota provinsi: Rp10.000 per liter. Namun, pengiriman BBM ke daerah pedalaman seperti Kecamatan Palolo membutuhkan waktu tambahan 2-3 jam perjalanan darat dari Terminal BBM Pertamina di Pantoloan.
Di Kabupaten Parigi Moutong, SPBU di Jalan Raya Moutong mencatat volume penjualan Pertalite meningkat 12% sejak pengumuman harga baru. Hal ini karena pengendara dari daerah Tolitoli dan Buol kerap mengisi penuh di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke Palu.
Untuk wilayah pesisir, Pertamina menyediakan Solar subsidi di SPBU Nelayan yang berlokasi di Pelabuhan Luwuk, Kabupaten Banggai. Harganya tetap Rp6.800 per liter, namun kuota harian dibatasi 50 liter per kapal. Banyak nelayan mengeluhkan keterbatasan ini saat musim puncak tangkapan ikan.
Alternatifnya, beberapa agen resmi Pertamina di Desa Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara, menjual Pertalite dengan harga eceran tertinggi Rp11.000 per liter untuk pembelian di atas 5 liter.
Di SPBU Jalan Pulau Timor, Kelurahan Kayamanya, Kota Poso, Pertalite dijual Rp10.000 per liter. Harga ini sama dengan di SPBU Jalan Trans Sulawesi, Desa Bahodopi, Kabupaten Morowali. Namun, di kawasan industri PT IMIP, beberapa SPBU swasta menjual Pertamax dengan harga Rp12.500 per liter, lebih mahal Rp500 dari harga resmi Pertamina.
Pengendara dari Kecamatan Bungku Tengah sering memilih mengisi Pertalite di SPBU resmi karena kualitas bahan bakarnya terjamin. "Pernah isi di pengecer, mesin motor jadi brebet. Lebih aman di SPBU," kata seorang montir bengkel di Jalan Poros Morowali.
Apakah harga Pertalite di Sulawesi Tengah sama dengan di Jawa?
Ya, harga Pertalite Rp10.000 per liter berlaku nasional, termasuk di Sulawesi Tengah. Tidak ada perbedaan regional untuk jenis BBM ini.
Mengapa harga Pertamax lebih mahal di daerah terpencil?
Biaya distribusi dari Terminal BBM Pantoloan ke SPBU di pedalaman seperti Kecamatan Bungku atau Tojo Una-Una menambah ongkos angkut, sehingga harga eceran bisa naik Rp500 hingga Rp1.000 per liter.
Bagaimana cara cek harga BBM terbaru di SPBU sekitar?
Gunakan aplikasi MyPertamina atau hubungi call center Pertamina 135. Harga di papan SPBU selalu diperbarui setiap perubahan resmi.
Apakah Solar subsidi bisa digunakan mobil pribadi?
Solar subsidi hanya untuk kendaraan niaga dan angkutan umum yang terdaftar di sistem Pertamina. Mobil pribadi yang kedapatan menggunakan Biosolar bisa dikenakan sanksi.
Harga BBM di Sulawesi Tengah masih tergolong stabil dibandingkan daerah lain di Indonesia timur. Bagi pengendara yang ingin menghemat, Pertalite tetap menjadi pilihan utama. Pantau terus perubahan harga di SPBU langganan Anda, terutama menjelang musim mudik atau libur panjang.