PALU — Suasana haru menyelimuti Asrama Haji Palu saat ribuan calon tamu Allah bersiap memulai perjalanan panjang menuju Baitullah. Seluruh jemaah dipastikan dalam kondisi sehat sebelum bertolak menuju embarkasi antara di Balikpapan, yang kemudian dilanjutkan dengan penerbangan langsung ke Makkah dan Madinah.
Gubernur Anwar Hafid menyatakan bahwa keberangkatan ribuan warga Sulawesi Tengah tahun ini bukan sekadar urusan administratif atau panjangnya antrean. Menurutnya, setiap jemaah yang berangkat merupakan orang-orang pilihan yang mendapatkan panggilan langsung dari Sang Pencipta.
“Bapak dan Ibu malam ini bukan hanya menjalani perjalanan biasa. Ini perjalanan mulia karena yang mengundang adalah Allah SWT, pemilik alam semesta,” ujar Anwar Hafid di hadapan jemaah yang memenuhi aula keberangkatan.
Ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga hati dan meluruskan niat sejak dari tanah air. Anwar menganalogikan kebanggaan menerima undangan kenegaraan di Istana Presiden masih belum sebanding dengan kehormatan menjadi tamu Allah di Baitullah. Kesadaran sebagai tamu istimewa ini diharapkan menjadi kekuatan bagi jemaah dalam menghadapi tantangan fisik selama ibadah.
“Kalau kita sadar yang mengundang adalah Allah, maka tidak ada yang berat dalam perjalanan ini. Allah pasti menjaga dan memudahkan seluruh proses ibadah Bapak dan Ibu,” tuturnya meyakinkan para jemaah.
Gubernur juga membagikan narasi menyentuh tentang seorang penjual nasi kuning di Makassar sebagai pengingat tentang kekuatan keyakinan. Perempuan tersebut mampu mewujudkan impian berhaji meski hanya menyisihkan uang Rp5 ribu setiap hari selama bertahun-tahun.
Secara logika manusia, tabungan tersebut membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencukupi biaya haji. Namun, Anwar menceritakan bagaimana seorang pelanggan akhirnya membiayai seluruh keberangkatan penjual tersebut sebagai jalan yang tidak disangka-sangka.
“Kalau Allah sudah memanggil, tidak ada yang tidak mungkin. Haji dan umrah bukan semata-mata karena kemampuan kita, tetapi karena kehendak Allah,” katanya disambut seruan takbir dari para hadirin.
Selain pesan spiritual, Anwar Hafid menyinggung kemajuan infrastruktur daerah dengan status baru Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu sebagai bandara internasional. Status ini menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan layanan transportasi udara bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memproyeksikan status internasional ini dapat membuka jalur penerbangan langsung untuk ibadah umrah dan haji di masa depan. Hal ini dianggap akan memangkas waktu perjalanan dan memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah lokal tanpa harus selalu bergantung pada embarkasi luar provinsi.
Kegiatan pelepasan ini ditutup dengan doa bersama. Sejumlah keluarga jemaah yang memadati area luar asrama tampak melepas sanak saudara mereka dengan iringan doa agar kembali ke Sulawesi Tengah sebagai haji yang mabrur.