Pencarian

Rute Melbourne–Bali Dibuka, Kemenpar Incar 2,23 Juta Wisman Australia

Jumat, 23 Oktober 2026 • 16:04:31 WIB
Rute Melbourne–Bali Dibuka, Kemenpar Incar 2,23 Juta Wisman Australia
Penerbangan perdana rute Melbourne–Bali dijadwalkan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pukul 09.40 WITA.

SULAWESI TENGAH — Kementerian Pariwisata memperluas akses penerbangan langsung Australia–Indonesia lewat rute Melbourne–Bali yang mulai beroperasi empat kali sepekan. Hingga Agustus 2026, kunjungan wisman Australia tercatat 1.224.941 atau naik 7,21 persen, dengan target 2,23 juta kunjungan sepanjang tahun. Jadwal kedatangan pagi di Bandara I Gusti Ngurah Rai membuka peluang lanjut ke destinasi Beyond Bali.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menyebut Australia sebagai salah satu pasar utama pariwisata Indonesia. Menurut dia, ketersediaan penerbangan langsung yang andal dan berkualitas menjadi kunci meningkatkan kunjungan wisatawan secara berkelanjutan.

Penerbangan perdana rute Melbourne–Bali dijadwalkan berangkat dari Melbourne Airport (MEL) pukul 06.25 waktu setempat (AEST). Pesawat tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali (DPS), pukul 09.40 WITA.

Jadwal dan Frekuensi Penerbangan

Pada tahap awal, layanan ini beroperasi empat kali dalam sepekan: Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat. Frekuensi akan ditingkatkan menjadi setiap hari mulai 15 November 2026.

Kedatangan pagi memberi wisatawan Australia waktu lebih luas menikmati Bali. Slot itu juga memungkinkan mereka melanjutkan perjalanan ke destinasi lain pada hari yang sama.

Jaringan Beyond Bali: 11 Destinasi Lanjutan

Melalui konektivitas Beyond Bali, wisatawan dapat menjangkau 11 destinasi utama. Daftar yang disebut Kemenpar mencakup Wakatobi, Manado, Bima, Surabaya, dan Lombok.

Perluasan jangkauan ini diharapkan meratakan persebaran kunjungan. Dampak ekonominya menyasar masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di daerah, bukan hanya Bali.

Angka Kunjungan dan Target 2026

Hingga Agustus 2026, wisman asal Australia mencapai 1.224.941 kunjungan. Angka itu naik 7,21 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Tren positif tersebut menjadi dasar optimisme Kementerian Pariwisata mengejar target 2,23 juta kunjungan wisman Australia sepanjang 2026. Kedekatan geografis dan kemudahan akses disebut jadi faktor penarik utama.

Dampak bagi Traveler Indonesia

Rute baru ini tidak hanya mengangkut wisatawan Australia ke Bali. Penambahan frekuensi penerbangan membuka opsi koneksi balik dari Denpasar ke Melbourne bagi traveler Indonesia yang ingin terbang ke Australia.

Bagi keluarga yang merencanakan liburan, jadwal pagi memangkas waktu transit. Wisatawan bisa tiba di Bali sebelum tengah hari dan langsung menuju akomodasi atau destinasi lanjutan seperti Ubud dan Lombok.

Yang Perlu Dikonfirmasi Sebelum Berangkat

Harga tiket, kelas kabin, dan nama maskapai pelaksana rute belum dirinci dalam keterangan resmi. Calon penumpang sebaiknya mengecek jadwal dan tarif langsung di kanal maskapai atau agen perjalanan.

Untuk perjalanan lanjutan ke Wakatobi, Manado, atau Bima, cek ketersediaan penerbangan domestik dan waktu transit dari Denpasar. Informasi terkini dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.

Made menegaskan harapan pemerintah agar rute ini tidak berhenti di Bali. "Kami berharap pembukaan rute ini tidak hanya mempermudah akses wisatawan Australia menuju Bali, tetapi juga mengajak wisatawan mancanegara untuk mengeksplorasi destinasi lainnya di luar Bali," ujarnya.

Dengan frekuensi harian mulai November 2026, durasi ideal liburan keluarga di Bali bisa diperpanjang tiga hingga lima hari. Sisipkan satu destinasi Beyond Bali untuk pengalaman yang lebih beragam.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks