DONGGALA — Bupati Donggala Vera Elena Laruni merinci capaian pendapatan daerah itu terdiri atas tiga kelompok sumber, yakni pendapatan asli daerah (PAD), transfer ke daerah dari pemerintah pusat, dan pendapatan lainnya. Rincian tersebut disampaikannya di Banawa, Donggala, Sulawesi Tengah.
Dari sisi PAD, realisasi tercatat Rp119,19 miliar atau 83,43 persen dari target Rp142,86 miliar. Pajak daerah menjadi penyumbang terbesar dengan target Rp110 miliar, disusul lain-lain PAD yang sah Rp23,61 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp5 miliar, dan retribusi daerah Rp4,26 miliar.
Transfer ke Daerah Jadi Penopang Utama Pendapatan Donggala
Pos transfer ke daerah ditargetkan Rp988,34 miliar dan sudah terealisasi Rp868,87 miliar atau 87,91 persen. Komponen terbesarnya berasal dari dana alokasi umum (DAU) Rp668,48 miliar, dana alokasi khusus (DAK) Rp229,99 miliar, dan dana bagi hasil (DBH) Rp94,16 miliar.
"Jadi pendapatan daerah sudah mencapai 86,66 persen dari total target sebesar Rp1,2 triliun," kata Vera Elena Laruni.
Pendapatan Lainnya Baru Terealisasi 75,73 Persen
Kelompok pendapatan lainnya menjadi pos dengan capaian paling rendah. Dari target Rp70,8 miliar, realisasinya baru Rp53,62 miliar atau 75,73 persen.
Pos tersebut terdiri atas pendapatan lainnya dengan target Rp28,69 miliar dan pendapatan transfer antardaerah Rp42,11 miliar. Serapan yang belum genap tiga perempat ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi perangkat daerah di sisa tahun anggaran.
Pajak Daerah Masih Jadi Andalan PAD
Dari total target PAD Rp142,86 miliar, pajak daerah menguasai porsi terbesar, yakni Rp110 miliar. Realisasi PAD secara keseluruhan sudah mencapai Rp119,19 miliar atau 83,43 persen.
Retribusi daerah yang ditargetkan Rp4,26 miliar menjadi komponen terkecil dalam struktur PAD Donggala. Sementara hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ditargetkan menyumbang Rp5 miliar.
Dengan sisa waktu sekitar dua setengah bulan sebelum tutup tahun anggaran, Pemkab Donggala masih memiliki ruang untuk mengejar kekurangan dari target Rp1,2 triliun. Pos pendapatan lainnya dan transfer antardaerah menjadi dua sektor yang perlu perhatian lebih agar capaian akhir tahun mendekati seratus persen.