PALU — Puluhan personel Polda Sulawesi Tengah bersama pengurus gereja bahu-membahu menyapu lantai, membersihkan halaman, dan merapikan area ibadah. Kegiatan yang mengusung tema "Polri untuk Masyarakat" ini bukan sekadar kerja bakti biasa.
Polisi Tak Hanya Jaga Keamanan, Tapi Juga Sapu Lantai Gereja
Kasubbid Penmas Polda Sulteng, Kompol Reky Moniung, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Pihaknya ingin menunjukkan bahwa polisi tidak hanya berfokus pada tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban.
"Melalui kegiatan bakti religi ini, Polri hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai wujud pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat," ujar Kompol Reky dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Momentum Mempererat Toleransi di Sulawesi Tengah
Polda Sulteng sengaja memilih rumah ibadah sebagai lokasi kegiatan. Langkah ini dinilai strategis untuk mempererat silaturahmi antara aparat dan masyarakat lintas agama. Kompol Reky menambahkan, kegiatan ini sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi sarana memperkuat kebersamaan, persaudaraan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama,” kata dia.
Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Pengabdian
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 dijadikan momentum bagi seluruh personel untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kompol Reky berharap semangat persatuan dan toleransi yang selama ini terjalin baik di Sulawesi Tengah semakin kuat.
Ia menegaskan, kegiatan ini diharapkan memotivasi jajaran kepolisian untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tidak hanya dalam urusan keamanan, tetapi juga dalam aksi sosial langsung di lapangan.