BANGGAI — Dedikasi Aipda Laode Moane di dunia kepolisian tidak pernah surut. Personel yang pernah menjabat sebagai Panit 1 Reskrim Polsek Banggai ini kembali dipercaya untuk menjalankan tugas di bawah kendali operasi (BKO) di Polres Banggai Kepulauan. Kepercayaan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Kapolda Sulawesi Tengah Nomor Sprin/759/V/KEP./2025.
Penugasan ini menjadi bukti bahwa pengalaman panjangnya di bidang reserse kriminal masih sangat dibutuhkan. Sebelumnya, Aipda Laode Moane dikenal aktif menangani berbagai perkara yang menjadi perhatian masyarakat di wilayah Banggai, khususnya kasus-kasus yang membutuhkan pemahaman mendalam terhadap dinamika hukum dan kearifan lokal.
Penghargaan Pengungkapan Narkotika pada 2021
Salah satu pencapaian penting dalam kariernya adalah ketika ia menerima penghargaan resmi dari Kapolres Banggai Kepulauan. Melalui Surat Keputusan Nomor KEP/14/III/2021 tanggal 22 Maret 2021, Aipda Laode Moane ditetapkan sebagai salah satu dari enam personel yang berprestasi dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Banggai Kepulauan saat itu, AKBP Reja A. Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., dalam sebuah apel resmi di lingkungan Polres. Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan institusi terhadap dedikasi, loyalitas, dan capaian prestasi dalam pelaksanaan tugas.
Dekat dengan Warga, Buka Pintu untuk Keluhan
Selama bertugas di Polsek Banggai, Aipda Laode Moane dikenal sebagai sosok yang mudah ditemui. Banyak warga yang memilih menyampaikan pengaduan secara langsung, bahkan hingga mendatangi kediamannya untuk meminta saran dan bantuan penyelesaian masalah.
“Tingkat kepercayaan masyarakat tumbuh karena kami selalu berusaha menjawab setiap keluhan dengan penuh rasa tanggung jawab, mengedepankan musyawarah dan pendekatan persuasif berdasarkan aturan hukum serta nilai-nilai kemanusiaan lokal,” ujarnya.
Sikapnya yang humanis pernah ditunjukkan saat membantu korban perkelahian. Ia memberikan bantuan biaya secara pribadi serta memfasilitasi mediasi antar pihak yang berselisih. Meskipun banyak yang ingin membalas kebaikannya, ia selalu menolak dengan tegas. Sikap tersebut membuatnya terus dihormati oleh warga yang pernah berinteraksi dengannya.
Profesionalisme dan Integritas sebagai Aset Institusi
Sejumlah praktisi hukum menilai bahwa profesionalisme aparat penegak hukum tidak hanya diukur dari keberhasilan mengungkap kasus, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan dan menjaga integritas dalam setiap proses yang dijalankan. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam perjalanan karier Aipda Laode Moane.
Di tengah tantangan tugas kepolisian saat ini, sosok yang mampu menggabungkan ketegasan penegakan hukum dengan pendekatan humanis menjadi aset berharga bagi institusi. Hingga saat ini, Aipda Laode Moane terus mengabdikan diri dengan menjunjung tinggi profesionalitas, kepastian hukum, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.