Pencarian

Rutinitas Harian yang Membekas di Ingatan Anak, Bukan Liburan

Jumat, 23 Oktober 2026 • 13:33:31 WIB
Rutinitas Harian yang Membekas di Ingatan Anak, Bukan Liburan
Psikolog menyebut rutinitas harian yang diulang membentuk memori autobiografis anak hingga dewasa.

SULAWESI TENGAH — Psikolog Helen Marlo menyebut liburan bukan kenangan yang paling membekas di ingatan anak. Rutinitas kecil yang diulang setiap hari justru membentuk memori autobiografis hingga dewasa. Ini penjelasan para pakar dan cara menerapkannya di rumah.

Psikolog klinis Helen Marlo, Ph.D. menyebut konsep kenangan inti dari satu momen besar cenderung dilebih-lebihkan. Yang diakui bidang psikologi adalah pengalaman signifikan secara emosional yang diulang, lalu menjadi mudah diakses sebagai ingatan autobiografis. Memori semacam inilah yang membantu anak mendefinisikan diri dan menjelaskan orang-orang di sekitarnya.

Mengapa Liburan Tidak Selalu Jadi Kenangan Utama

Profesor Qi Wang, Ph.D. dari Cornell University menyebut peristiwa yang dianggap penting berubah seiring waktu. Itu sebabnya orang baru menulis memoar saat usia tua, ketika ingatannya sudah stabil. Liburan pertama ke tempat baru bisa terasa istimewa bagi orang tua, tapi belum tentu tersimpan sama kuat di kepala anak.

Wang memberi contoh perjalanan berkemah pertama. Orang tua mengingatnya sebagai momen menyenangkan. Anak kecil bisa menjawab sederhana: "Oh, kami makan, lalu tidur, lalu bangun dan makan lagi." Detail yang paling penting bagi anak sering berbeda dari yang dianggap penting oleh orang tua.

Rutinitas Berulang Membentuk Template di Otak

Marlo menyebut interaksi berulang dan teratur menyatu masuk ke dalam diri anak. Otak kemudian punya template untuk interaksi serupa, yang dalam tradisi psikologi disebut model kerja internal. Inilah jalur pintas yang membuat anak mengingat pola, bukan satu peristiwa tunggal.

Wang menambahkan, saat mengingat masa lalu kita cenderung mengingat hal yang dilakukan secara teratur. Contohnya seseorang berkata, "Saya ingat setiap Sabtu malam, saya dan ibu saya mewarnai." Satu malam tertentu mungkin tidak disebut, tapi ingatan umum tentang kebiasaan itu tetap hidup.

Contoh Rutinitas Kecil yang Bisa Ibu Coba

Kabar baiknya, rutinitas ini tidak butuh biaya besar atau jadwal liburan. Justru kegiatan sederhana yang konsisten lebih mudah diulang dan membekas.

  • Mewarnai atau menggambar bersama setiap akhir pekan
  • Membaca buku cerita sebelum tidur dengan jam yang sama
  • Memasak menu sarapan khas keluarga tiap Minggu pagi
  • Jalan pagi keliling kompleks sambil bercerita
  • Menelepon kakek-nenek di hari tertentu setiap pekan

Otak Anak Juga Mengingat Pengalaman Negatif

Marlo mengingatkan otak punya cara yang menyedihkan untuk menyimpan hal negatif, traumatis, somatik, dan sensorik. Sesuatu lebih mudah diingat jika sangat emosional atau sangat baru. Karena itu, rutinitas hangat yang konsisten penting sebagai penyeimbang pengalaman buruk yang mungkin dialami anak.

Jujur pada Diri Sendiri Soal Kenangan

Tidak ada jaminan pengalaman yang orang tua sebut kenangan inti pasti diingat anak. Liburan atau berkemah tetap boleh dicoba, tapi Marlo menyarankan kejujuran: sebagian momen itu sebenarnya diciptakan untuk orang tua sendiri. Anak dan orang dewasa memprioritaskan hal berbeda dari peristiwa yang sama.

Alih-alih mengejar satu liburan mahal, ibu bisa mulai dari satu kebiasaan kecil yang diulang tiap pekan. Konsistensinya yang bekerja, bukan besarnya acara. Rutinitas sederhana di rumah pelan-pelan menjadi bagian dari cara anak mengenang masa kecilnya.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks