Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah memastikan kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 1 Pamona Selatan, Pendolo, kembali berjalan normal setelah kebakaran yang melanda kawasan itu pada Minggu (13/9). Enam ruangan yang masih layak dialihfungsikan sementara menjadi ruang kelas agar siswa tetap bisa belajar. Kebakaran lahan gambut dan perkebunan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, sebelumnya menghanguskan sekitar 50 hektare lahan.
PALU — Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Firmanza menyatakan seluruh aktivitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Pamona Selatan sudah berlangsung normal. Enam ruangan yang tidak terdampak dialihfungsikan menjadi ruang kelas sementara.
Ruangan tersebut terdiri atas Laboratorium Biologi untuk kelas X A, ruang PMR untuk kelas X B, ruang Pramuka untuk kelas X C, perpustakaan untuk kelas X D, ruang Seni untuk kelas XI A, serta Laboratorium Fisika untuk kelas XI B.
Firmanza mengaku telah mengunjungi langsung sekolah itu dan memastikan proses belajar mengajar berjalan sebagaimana mestinya.
Kebakaran Hanguskan 50 Hektare Lahan di Poso
Kebakaran hutan dan lahan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, menghanguskan sekitar 50 hektare lahan. Luasan itu terdiri atas 20 hektare lahan perkebunan dan 30 hektare lahan gambut.
Peristiwa bermula Sabtu (12/9) sekitar pukul 16.00 Wita. Angin kencang membuat api cepat merambat dan meluas hingga mendekati kawasan permukiman warga serta fasilitas pendidikan, termasuk SMA 1 Pamona Selatan.
Disdik Koordinasi dengan Kemendikdasmen soal Pemulihan Sekolah
Selain memastikan KBM tetap berjalan, Disdik Sulteng berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait penanganan dan pemulihan fasilitas sekolah. Firmanza menyebut proses verifikasi dan validasi kondisi sekolah telah dilaksanakan.
Verifikasi oleh Kemendikdasmen dilakukan pada Senin. Pemerintah selanjutnya akan mengupayakan pembangunan kembali fasilitas sekolah yang terdampak kebakaran.
"Pasca-kebakaran hari Minggu (13/9) lalu, hari ini kegiatan belajar mengajar sudah normal kembali. Kami mengalihfungsikan enam ruangan yang ada," kata Firmanza dalam keterangan tertulis di Palu, Selasa.
Pendidikan Tetap Jalan di Tengah Kondisi Darurat
Firmanza menegaskan kondisi darurat akibat musibah tidak boleh menghentikan proses pendidikan. Penggunaan ruangan yang ada menjadi solusi sementara sembari menunggu pemulihan fasilitas sekolah selesai.
Dengan langkah itu, para siswa SMA 1 Pamona Selatan tetap dapat mengikuti pembelajaran meski sebagian bangunan sekolah belum bisa digunakan seperti biasa.