Pencarian

Pemkot Palu Sebar 700 Benih Ikan Nila ke Enam Kolam Bioflok di Tondo dan Kabonena

Senin, 03 Agustus 2026 • 20:30:31 WIB
Pemkot Palu Sebar 700 Benih Ikan Nila ke Enam Kolam Bioflok di Tondo dan Kabonena
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin meninjau kolam bioflok usai penebaran 700 benih ikan nila di Kelurahan Tondo, Senin.

PALU — Sebanyak 700 benih ikan nila resmi ditebar ke enam kolam bioflok yang tersebar di Kelurahan Tondo dan Kabonena, Kota Palu. Bantuan ini merupakan wujud kolaborasi tiga lembaga: Pemkot Palu, DPRD Kota Palu, dan Anggota DPR RI Muhidin M. Said melalui penyaluran aspirasi masyarakat.

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin mengungkapkan, sistem bioflok dipilih karena dinilai paling efisien dibandingkan metode budidaya konvensional. Metode ini tidak membutuhkan lahan luas, menjaga kualitas air tetap stabil, mempercepat pertumbuhan ikan, dan pada akhirnya meningkatkan hasil produksi pembudidaya.

"Sistem bioflok dipilih karena lebih efisien dalam pemanfaatan lahan, mampu menjaga kualitas air, mempercepat pertumbuhan ikan, serta meningkatkan hasil produksi," kata Imelda di Palu, Senin.

Kolaborasi Tiga Lembaga di Balik Paket Bantuan

Imelda menjelaskan, program ini berawal dari aspirasi anggota DPRD Kota Palu yang diteruskan kepada Muhidin M. Said di tingkat pusat. Usulan tersebut kemudian disetujui dalam bentuk dua paket lengkap sarana dan prasarana budidaya, masing-masing ditempatkan di Tondo dan Kabonena.

"Ini merupakan aspirasi dari teman-teman anggota DPRD Kota Palu kepada anggota DPR RI, Pak Muhidin M. Said. Alhamdulillah telah disetujui dua paket bioflok untuk Kota Palu," ujarnya.

Setiap paket tidak hanya berisi benih ikan, tetapi juga mencakup peralatan pendukung kegiatan budidaya. Kelompok penerima di dua kelurahan itu diharapkan mampu mengelola fasilitas tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.

Kunci Keberhasilan Ada di Tangan Pembudidaya

Imelda menegaskan, bantuan pemerintah hanyalah stimulus awal. Keberlanjutan usaha bergantung pada kesungguhan kelompok dalam mengelola kolam dan merawat ikan.

"Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan pemerintah, tetapi juga oleh kesungguhan kelompok dalam mengelola usaha budidaya tersebut," imbuhnya.

Ia berharap kelompok penerima memanfaatkan seluruh fasilitas yang diberikan secara optimal. Jika dikelola serius, usaha ini bisa menjadi sumber pendapatan tetap bagi warga di dua kelurahan tersebut.

Pendampingan Berkelanjutan dari Dinas Pertanian

Pemkot Palu tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama DPRD Kota Palu bakal melakukan pendampingan, pembinaan, dan evaluasi secara berkala untuk memastikan program berjalan sesuai harapan.

Dengan pendampingan yang berkesinambungan, pihaknya optimistis budidaya nila sistem bioflok mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Program ini juga diharapkan menjadi percontohan pengembangan perikanan budidaya yang produktif, modern, dan berkelanjutan hingga ke tingkat kelurahan di Kota Palu.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks