Pencarian

Pemkot Palu Salurkan 700 Bibit Ikan Nila ke Dua Kelompok Pembudidaya di Tondo dan Kabonena, Lengkap dengan Sistem Bioflok

Senin, 03 Agustus 2026 • 14:33:39 WIB
Pemkot Palu Salurkan 700 Bibit Ikan Nila ke Dua Kelompok Pembudidaya di Tondo dan Kabonena, Lengkap dengan Sistem Bioflok
Wakil Wali Kota Palu menyerahkan 700 bibit ikan nila kepada dua kelompok pembudidaya di Kelurahan Tondo dan Kabonena.

PALU — Pemerintah Kota Palu memastikan dukungannya terhadap sektor perikanan budidaya di tengah upaya pemulihan ekonomi daerah. Sebanyak 700 benih ikan nila resmi ditebar ke enam kolam bioflok yang tersebar di dua lokasi, sebagai wujud komitmen memperkuat ketahanan pangan dari hulu.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, didampingi Anggota DPRD Kota Palu Dr. Arif Miladi dan Kepala DPKP Kota Palu, Lukman. Kedua kelompok penerima berada di Kelurahan Tondo dan Kelurahan Kabonena.

Kolaborasi Pemkot dan DPRD untuk Kelompok Budidaya

Imelda mengungkapkan bahwa program ini lahir dari sinergi antara eksekutif dan legislatif. "Alhamdulillah saya sekarang berada di lokasi yang kedua. Tadi saya di lokasi pertama di Tondo. Hari ini ada serah terima benih ikan nila kepada dua kelompok budidaya ikan, satu di Tondo dan satu lagi sekarang di Kabonena," ujarnya di lokasi penebaran.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Palu, DPRD Kota Palu, dan Anggota DPR RI Muhidin M. Said melalui penyaluran aspirasi masyarakat. Sinergi ini dinilai menjadi bukti bahwa program yang menyentuh kebutuhan warga bisa hadir dari kerja bersama.

Mengapa Sistem Bioflok Dipilih untuk Budidaya Ikan?

Kepala DPKP Kota Palu, Lukman, menjelaskan bahwa sistem bioflok dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan metode konvensional. Teknologi ini dinilai lebih efisien dalam pemanfaatan lahan, mampu menjaga kualitas air, serta mempercepat pertumbuhan ikan.

Selain benih ikan, kelompok penerima juga mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendukung budidaya. DPKP berharap dukungan ini dapat meningkatkan produksi sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Dampak bagi Pembudidaya di Tondo dan Kabonena

Penebaran benih ini menjadi langkah awal bagi kelompok pembudidaya untuk mengoptimalkan kolam yang telah disiapkan. Dengan metode bioflok, hasil produksi diharapkan lebih maksimal meskipun lahan yang digunakan terbatas.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Palu dalam menjaga stabilitas pasokan pangan lokal. Ke depan, DPKP akan terus memantau perkembangan kolam dan memastikan kelompok penerima mampu mengelola bantuan secara mandiri dan produktif.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultengraya.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks