PALU — Sebanyak 99,98 persen dari total rekening nasabah di Sulawesi Tengah telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Angka itu setara dengan 5,90 juta rekening yang memenuhi kriteria penjaminan.
Data tersebut disampaikan dalam kegiatan LPS Media Meet Up yang digelar di sebuah hotel di Kota Palu, Senin (27/7/2026). Acara itu menghadirkan Kepala Kantor LPS Wilayah III Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Fuad Zaen, serta Deputi Kepala Kantor Perwakilan Wilayah III LPS, Prayitno Amigoro.
Jaminan Aman untuk 5,90 Juta Rekening Nasabah
Fuad Zaen menegaskan, kehadiran LPS bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat saat menyimpan dana di perbankan. "Kalau ada LPS berarti aman. Ini yang kami harapkan terbangun di masyarakat, bahwa ketika mereka menabung di bank, ada rasa aman tabungan mereka tidak akan hilang," ujarnya.
Menurut Fuad, media memiliki peran krusial dalam membangun kepercayaan publik. Ia berharap kolaborasi ini mampu menyampaikan informasi yang akurat dan menyejukkan kepada masyarakat. "Media memengaruhi respons masyarakat. Jika informasinya disampaikan dengan benar dan tenang, maka masyarakat akan mencerna dengan baik," katanya.
Ada 1.307 Rekening di Atas Plafon Penjaminan
Prayitno Amigoro memaparkan, masih terdapat 1.253 rekening di bank umum dan 54 rekening di BPR/BPRS yang memiliki saldo di atas Rp2 miliar. Rekening-rekening itu berada di luar batas maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS.
Meski demikian, ia menegaskan risiko uninsured deposit atau simpanan yang tidak dijamin dari sisi nominal relatif rendah. "Risiko uninsured deposit dari sisi nominal cukup rendah, sehingga dapat memberikan rasa aman kepada nasabah," ujarnya.
Di Sulawesi Tengah, terdapat tujuh bank peserta program penjaminan LPS. Rinciannya, satu bank umum dan enam Bank Perkreditan Rakyat (BPR/BPRS).
Edukasi Keuangan ala Founder Hanna Asa Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, LPS mengundang Founder Hanna Asa Indonesia, Mardiyah, untuk memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan. Materi yang disampaikan dikemas ringan agar mudah dipahami oleh awak wartawan yang hadir.
Melalui kegiatan Media Meet Up, LPS berharap sinergi dengan media terus diperkuat. Tujuannya, meningkatkan literasi masyarakat mengenai fungsi penjaminan simpanan sekaligus menjaga stabilitas sistem perbankan nasional.