SULAWESI TENGAH — Samsung resmi meluncurkan TV OLED flagship terbarunya, S95H, sebagai penerus S95F di jajaran 2026. Model yang saya uji dalam ukuran 65 inci ini dibanderol USD 3.299 (sekitar Rp 54,4 juta), bersaing langsung dengan LG G6 yang dibanderol USD 3.299. Keunggulan utamanya ada pada panel QD-OLED yang menghasilkan kecerahan dan akurasi warna kelas atas, namun desain anyarnya yang disebut FloatLayer Design menjadi titik perdebatan utama.
Performa Gambar: Paling Terang dan Paling Akurat
Hasil pengujian laboratorium menunjukkan lompatan signifikan dibanding pendahulunya. Dalam mode Filmmaker HDR, kecerahan puncak (jendela 10%) mencapai 2.739 nits, naik dari 2.132 nits pada S95F. Mode Standard HDR bahkan menembus 2.831 nits. Kecerahan layar penuh juga meningkat menjadi 449 nits (Filmmaker) dan 463 nits (Standard), mengungguli S95F yang hanya mencapai 390 nits.
Akurasi warna tidak kalah impresif. Cakupan gamut warna mencapai 99,97% DCI-P3 dan 89,2% BT.2020—hampir sempurna. Dalam pengujian subjektif, film seperti Speed Racer menampilkan warna merah dan biru yang sangat hidup, sementara La La Land memperlihatkan gradasi warna pastel yang realistis. Skor Delta-E SDR tercatat 1,6, lebih baik dari S95F (2,61) namun sedikit di bawah LG G6 (1,4).
Lapisan anti-reflektif OLED Glare Free bekerja efektif meminimalkan pantulan di ruang terang. Namun, mode Filmmaker terbukti terlalu redup untuk ditonton dengan lampu menyala; pengguna disarankan beralih ke mode Movie. Saya juga mendeteksi black crush pada adegan gelap film The Batman, di mana detail bayangan seperti armor Batman menjadi kurang terlihat.
Desain: Bingkai Perak yang Memecah Belah
Perubahan paling mencolok ada pada FloatLayer Design: bingkai perak lebar yang mengelilingi panel, memberikan ilusi layar mengambang. Secara pribadi, saya merasa bingkai ini mengganggu, terutama saat dilihat dari samping. Lebih jauh lagi, dudukan pedestal logam hitam dari S95F diganti dengan dua kaki plastik abu-abu—sebuah penurunan kualitas untuk produk premium.
Samsung juga menghapus One Connect Box eksternal. Port HDMI kini kembali ke panel belakang TV. Sebagai kompensasi, pengguna bisa membeli Wireless One Connect Box opsional yang menambah empat port HDMI 2.1, sehingga total mencapai delapan port.
Fitur Gaming dan Smart TV
Untuk gamer, S95H adalah pilihan sulit ditandingi. Empat port HDMI 2.1 mendukung 4K hingga 165Hz, VRR penuh (AMD FreeSync Premium Pro dan Nvidia G-Sync), serta ALLM. Latensi input terukur sangat rendah: 9,5 ms pada 4K 60Hz dan 5 ms pada 1080p 120Hz. Dalam pengujian Battlefield V di Xbox Series X, pergerakan terasa mulus tanpa jeda.
Platform smart TV Tizen berbasis One UI menawarkan navigasi yang intuitif dan dukungan aplikasi streaming utama. Fitur AI Vision Companion dapat menjawab pertanyaan umum dan merekomendasikan konten. Namun, ada gangguan: Samsung TV Plus otomatis diputar saat berada di layar utama dan tidak bisa dimatikan selain menghapus aplikasi.
Audio: Solid, Tapi Butuh Soundbar
Sistem speaker 4.2.2 saluran 70W dengan Dolby Atmos menghasilkan suara yang akurat dan berdampak. Dalam adegan balap Speed Racer, suara mesin terasa bertenaga dan dialog tetap jelas. Namun, panggung suara terasa terbatas pada lebar layar. Untuk pengalaman sinematik penuh, saya tetap merekomendasikan soundbar eksternal.
Harga dan Ketersediaan
- 55 inci: USD 2.299 / AU$ 3.999
- 65 inci (diuji): USD 3.299 / AU$ 5.299 (sekitar Rp 54,4 juta)
- 77 inci: USD 4.299 / AU$ 7.999
- 83 inci: USD 6.299 / AU$ 9.999
TV ini dirilis Juni 2026. Di Australia, harga sudah mulai turun, dengan diskon hingga AU$ 1.500 untuk model 83 inci.
Kesimpulan: Layak Beli untuk Siapa?
Samsung S95H adalah TV OLED terbaik untuk kualitas gambar di ruang terang berkat kecerahan tinggi dan lapisan anti-reflektif. Gamer juga akan dimanjakan dengan kelengkapan fitur HDMI 2.1 dan latensi rendah. Namun, desain bingkai perak yang kontroversial dan absennya Dolby Vision membuatnya bukan pilihan universal. Jika Anda menginginkan desain lebih bersih dan tidak keberatan dengan kecerahan sedikit lebih rendah, pendahulunya S95F masih menjadi opsi nilai terbaik sebelum stok habis.