SIGI — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengungkapkan, dari total target cetak sawah baru, tiga kabupaten sudah menuntaskan program tersebut hingga 100 persen. Ketiganya adalah Kabupaten Tolitoli, Poso, dan Banggai.
Tiga Kabupaten Capai Target Penuh, Sisanya Masih Berproses
"Capaian tertinggi untuk cetak sawah baru berada di Kabupaten Tolitoli, Poso dan Banggai yang sudah mencapai 100 persen," kata Anwar saat ditemui awak media di Sigi, Kamis.
Adapun enam kabupaten lain yang menjadi sasaran program meliputi Buol, Donggala, Morowali Utara, Tojo Una-una, Sigi, Parigi Moutong, dan Banggai Laut. Proses kontrak dan pengerjaan di wilayah tersebut masih terus berjalan.
Asumsi Produksi: Dua Kali Musim Tanam, Tambahan 61.080 Ton GKG
Pemprov Sulteng memproyeksikan, dengan asumsi dua kali masa tanam dalam setahun dan produktivitas rata-rata tiga ton per hektare, lahan baru ini akan menghasilkan tambahan produksi padi secara bertahap. Angka 61.080 ton GKG per tahun menjadi target yang diyakini mampu mendongkrak stok beras daerah.
Program ini sejalan dengan salah satu program unggulan Pemprov Sulteng, yakni Berani Panen Raya. Gubernur Anwar menegaskan, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan sekaligus menyejahterakan petani di Sulawesi Tengah.
Dukung Asta Cita Presiden, Kendalikan Inflasi Beras
"Berani Panen Raya ini merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah guna mewujudkan swasembada pangan dan menyejahterakan petani," kata Anwar.
Menurutnya, pelaksanaan cetak sawah baru juga menjadi bentuk dukungan terhadap asta cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan. Selain menambah produksi, program ini diharapkan mampu mengendalikan inflasi beras yang kerap menjadi masalah di tingkat daerah.
Pemprov Sulteng mengalokasikan anggaran dari APBN untuk merealisasikan target cetak sawah di sembilan kabupaten tersebut. Fokus utama adalah membuka lahan produktif baru yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk pertanian padi.