PALU — Stady Steven Umboh menyisir langsung kondisi fisik blok hunian dan mengecek kelayakan sarana prasarana di Lapas Kelas IIA Palu. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) setempat, I Made Sudiasa, serta jajaran pengamanan lainnya.
Deteksi Dini Bukan Sekadar Formalitas
Stady menegaskan bahwa inspeksi ke dalam blok hunian merupakan instrumen krusial untuk menjaga stabilitas keamanan. Menurutnya, deteksi dini adalah fondasi utama yang harus dijalankan sesuai standar operasional prosedur.
“Deteksi dini merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di lapas. Kami memastikan seluruh mekanisme pengamanan berjalan sesuai standar operasional, sehingga program pembinaan tetap berlangsung optimal,” tegas Stady di sela-sela peninjauan.
Dialog Humanis dengan Warga Binaan
Selain mengecek infrastruktur, tim Kanwil juga berdialog langsung dengan warga binaan untuk memotret kondisi riil di lapangan. Stady menekankan pentingnya komunikasi humanis antara petugas dan narapidana.
Menurutnya, lingkungan yang aman hanya bisa tercipta jika petugas membangun pendekatan persuasif, namun tetap waspada terhadap perubahan situasi di dalam blok hunian.
Evaluasi dari Pihak Lapas
Kepala KPLP Lapas Kelas IIA Palu, I Made Sudiasa, menyatakan pihaknya terus mengoptimalkan sistem pengawasan melalui kontrol rutin dan patroli intensif di seluruh area lapas. Arahan dari Kanwil menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kondisi tetap kondusif.
“Kami berkomitmen menjaga kondisi Lapas Palu tetap aman dan kondusif agar hak-hak pembinaan warga binaan dapat terfasilitasi secara maksimal,” ujar I Made.
Komitmen Tata Kelola Pemasyarakatan
Kegiatan monitoring ini menegaskan komitmen Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah dalam menghadirkan tata kelola pemasyarakatan yang transparan dan berbasis lapangan. Dengan memperkuat sinergi antar petugas, pihak Kanwil optimis mampu menjaga stabilitas di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Tengah.
Langkah aktif ini diharapkan mampu menekan risiko keamanan sekaligus menciptakan atmosfer yang mendukung transformasi perilaku warga binaan selama menjalani masa pidana.