SULAWESI TENGAH — Bandung – Gelar juara beruntun belum cukup memuaskan Bobotoh. Kini, perhatian suporter Persib Bandung beralih ke infrastruktur klub. Dalam beberapa pekan terakhir, unggahan di X, Instagram, dan Facebook ramai menuntut pembangunan fasilitas latihan permanen.
“Klub sebesar Persib sudah waktunya memiliki fasilitas kelas Asia,” tulis seorang Bobotoh. Aspirasi serupa terus mengalir: “Persib harus punya training center sendiri.” Suporter tak lagi sekadar bicara rekrutan pemain atau strategi pelatih.
Pelatih Igor Tolic Akui Lapangan Latihan Tak Ideal
Kritik makin menguat setelah pernyataan pelatih kepala, Igor Tolic. Ia mengeluhkan kondisi lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Menurutnya, kualitas rumput menyulitkan pemain menjalani latihan intensitas tinggi.
“Lapangan ini tidak ideal, sehingga segala sesuatunya sedikit lebih sulit dari biasanya,” ujar Igor Tolic. Meski begitu, ia menegaskan para pemain tetap bekerja keras dan tidak menjadikan kondisi itu sebagai alasan. Ia hanya mendorong adanya peningkatan fasilitas.
Bali United Jadi Tolok Ukur, Persebaya Punya Model Integrasi
Dalam diskusi Bobotoh, nama Bali United menjadi pembanding utama. Serdadu Tridatu sudah memiliki Bali United Training Center di Pantai Purnama, Gianyar. Fasilitas itu berdiri di lahan 31 hektare dengan delapan lapangan standar internasional, pusat kebugaran, dan area pemulihan pemain.
Persebaya Surabaya juga masuk perbandingan. Bonek menilai Bajul Ijo sukses memusatkan aktivitas tim di kawasan Gelora Bung Tomo (GBT). Latihan tim utama, program sports science, hingga pembinaan usia muda terintegrasi dalam satu area. Model itu dinilai lebih tertata untuk pembinaan jangka panjang.
Sementara Persib hingga kini masih mengandalkan Stadion GBLA dan lapangan pendampingnya untuk berlatih. Belum ada pusat latihan khusus yang setara dengan dua klub tersebut.
Manajemen Klaim Sedang Siapkan Lahan 3-4 Hektare
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, buka suara. Pihaknya mengaku tengah mengkaji pembangunan training ground melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung. Lahan seluas tiga hingga empat hektare disebut menjadi salah satu opsi yang tengah dipersiapkan.
Di sisi lain, pengelola GBLA menjelaskan kondisi rumput lapangan utama yang sedang dipulihkan setelah digunakan sepanjang musim kompetisi. Namun, bagi Bobotoh, solusi permanen berupa training center sendiri tetap menjadi tuntutan utama.