SULAWESI TENGAH — Kekalahan Brasil dari Norwegia di fase gugur Piala Dunia 2026 menyisakan satu nama yang terus menjadi perbincangan: Erling Haaland. Bomber Manchester City itu menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Brasil yang kesulitan menghentikan pergerakannya sepanjang pertandingan.
Ancelotti Bongkar Rahasia di Balik Ketajaman Haaland
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Carlo Ancelotti mengakui bahwa kemampuan Haaland melampaui atribut fisik yang selama ini melekat padanya. Pelatih asal Italia itu justru menyoroti aspek lain yang membuat pemain 24 tahun tersebut begitu sulit dihadapi.
"Banyak yang berpikir keunggulan Haaland ada di kekuatan atau kecepatannya. Itu salah," ujar Ancelotti. "Kelebihannya justru ada di kemampuannya membaca permainan dan insting positioning-nya yang luar biasa."
Insting Membunuh yang Membuat Bek Frustrasi
Ancelotti menjelaskan bahwa kemampuan Haaland dalam memprediksi arah bola dan pergerakan lawan menjadi faktor pembeda. Bek Brasil kerap terlambat beberapa langkah karena Haaland sudah berada di posisi tepat sebelum bola datang.
"Dia selalu tahu kapan harus menusuk, kapan harus mundur, dan di mana ruang kosong akan tercipta. Itu bukan sesuatu yang bisa dilatih, itu insting," tambah pelatih berusia 66 tahun itu.
Pengakuan ini sekaligus menjawab mengapa Haaland tetap produktif meski kerap dijaga ketat oleh dua hingga tiga pemain sekaligus. Kemampuan membaca situasi membuatnya selalu selangkah lebih maju dari bek lawan.
Kekalahan Brasil dan Jalan Pulang Lebih Awal
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Brasil yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan status unggulan. Norwegia sendiri tampil solid di bawah arahan pelatih mereka, dengan Haaland menjadi ujung tombak yang paling ditakuti.
Bagi Ancelotti, hasil ini menjadi bahan evaluasi besar. "Kami harus belajar dari kekalahan ini. Tim-tim Eropa seperti Norwegia sudah berkembang pesat dan tidak bisa diremehkan lagi," pungkasnya.