Pencarian

Portugal Hadapi Kroasia di Fase Gugur dengan Performa Fase Grup yang Dikritik Tajam

Jumat, 03 Juli 2026 • 05:07:01 WIB
Portugal Hadapi Kroasia di Fase Gugur dengan Performa Fase Grup yang Dikritik Tajam
Portugal bersiap menghadapi Kroasia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan catatan performa yang mendapat kritik.

SULAWESI TENGAH — Lisbon — Tiket ke fase gugur sudah diamankan, tapi rasa percaya diri belum sepenuhnya kembali. Portugal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan catatan yang jauh dari kata meyakinkan, menyisakan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban.

Kritik tajam datang dari berbagai sisi. Pengamat dan suporter menilai permainan tim asuhan Roberto Martinez tidak memiliki gigitan di lini depan, sementara pertahanan kerap goyah saat ditekan tim level menengah. Hasil ini kontras dengan status Portugal sebagai salah satu unggulan turnamen.

Kritik ke Lini Serang: Dominasi tanpa Gol

Masalah terbesar Portugal ada di kotak penalti lawan. Dalam tiga laga grup, mereka mencatat penguasaan bola rata-rata di atas 60 persen, namun hanya menghasilkan empat gol. Dua di antaranya bahkan datang lewat situasi bola mati.

“Kami butuh lebih dari sekadar dominasi. Sepak bola dimenangkan dengan mencetak gol, bukan dengan statistik,” ujar seorang analis sepak bola Portugal kepada media setempat, menggemakan kritik yang beredar luas di kolom komentar dan forum diskusi.

Kroasia: Lawan yang Tepat di Waktu yang Salah

Menghadapi Kroasia di fase gugur bukanlah undian yang diinginkan siapapun. Tim asuhan Zlatko Dalic dikenal sebagai spesialis turnamen, dengan pengalaman bermain di laga-laga ketat dan kemampuan membaca permainan yang superior.

Kroasia sendiri lolos sebagai runner-up grup setelah mengalahkan Belgia di laga penentu. Lini tengah mereka yang digalang Luka Modric dan Mateo Kovacic diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Portugal yang masih mencari ritme permainan terbaiknya.

Pekerjaan Rumah Martinez Sebelum Kick-off

Roberto Martinez punya waktu singkat untuk membenahi sejumlah sektor kritis. Keputusan soal starting XI jadi sorotan—apakah akan tetap mempertahankan formasi yang sama atau melakukan perubahan drastis di lini depan.

Pertandingan melawan Kroasia akan digelar pada pekan depan. Ini bukan sekadar laga gugur biasa, melainkan ujian sejati apakah Portugal layak disebut tim besar atau hanya sekadar kumpulan nama-nama besar yang belum padu.

Jika tidak ada perubahan signifikan dalam pola permainan, kritik yang kini membayangi bisa berubah menjadi tragedi lebih awal dari perkiraan.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks