SULAWESI TENGAH — Ferrari Luce, sedan listrik perdana pabrikan asal Maranello, menjadi kontroversi sejak debutnya pada Mei lalu. Desainnya dianggap terlalu plain oleh warganet global, hingga saham Ferrari anjlok 6 persen dalam sehari dan berujung pada pemecatan kepala pemasaran global Enrico Galliera. Namun, respons pasar China berkata lain.
88 Unit Alokasi Perdana Ludes, Dealer Tetap Buka Pesanan
Media lokal Lanjinger—diterjemahkan sebagai Blue Whaler—menghubungi sejumlah dealer resmi Ferrari di China setelah ramai pemberitaan soal unit habis terjual. Hasilnya, semua dealer mengonfirmasi bahwa pemesanan masih dibuka, meski dengan syarat ketat.
Uang muka yang diminta bervariasi antara 400.000 hingga 500.000 yuan, atau sekitar Rp 6,4–8 miliar. "Setelah kontrak ditandatangani, uang muka tidak bisa dikembalikan," ujar seorang perwakilan dealer. Pelunasan dilakukan bertahap: deposit tambahan saat produksi dimulai, dan sisanya saat pengiriman unit.
Test Drive Baru Tersedia Tahun Depan, Pengiriman Mulai Q3 2026
Pelanggan gelombang pertama dijadwalkan menerima mobil pada kuartal ketiga tahun depan. Saat ini, hanya satu unit display engineering dari pabrik Italia yang berkeliling Asia. "Test drive baru bisa dilakukan tahun depan," kata dealer tersebut. Artinya, konsumen China memesan mobil seharga hampir Rp 64 miliar tanpa bisa mencoba langsung.
Desain Jony Ive dan Harga Rp 63,8 Miliar Tak Jadi Penghalang
Ferrari Luce adalah sedan produksi massal pertama dalam sejarah Ferrari sekaligus mobil pertama yang digarap mantan kepala desain Apple, Jony Ive. Meski menuai kritik online, CEO Benedetto Vigna bersikukuh bahwa pesanan terus mengalir. "Backlash bukan berasal dari pasar sungguhan—yang dimaksud adalah orang yang benar-benar mampu membeli," tulis sumber.
Ada pula laporan bahwa dealer memaksa pelanggan membeli Luce demi mendapat akses ke model Ferrari yang lebih eksklusif. Galliera sempat membantah keras tuduhan itu dalam wawancara dengan The Drive sebelum dipecat. "Mobil ini dirancang untuk target konsumen yang berbeda," klaimnya.
Ferrari Luce: Antara Status dan Strategi Baru
Fenomena ini mengingatkan pada praktik alokasi merek mewah di Indonesia, di mana konsumen setia kerap diutamakan untuk model terbatas. Bedanya, Luce adalah mobil listrik—langkah besar bagi Ferrari yang selama ini identik dengan mesin V12 dan suara knalpot menggelegar.
Apakah 88 pemilik pertama Luce akan mendapat prioritas untuk hypercar Ferrari berikutnya? Belum ada konfirmasi. Namun satu hal pasti: pasar China, yang menjadi pasar otomotif terbesar dunia, telah memberikan sinyal bahwa label Cavallino Rampante masih memiliki daya tarik luar biasa—bahkan untuk sedan listrik yang sempat dihujat habis-habisan.