Palu - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menetapkan program BERANI Makmur sebagai tumpuan utama untuk memajukan pembangunan sektor tanaman pangan dan hortikultura di provinsi ini. Penetapan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Tanaman Pangan dan Hortikultura seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah pada Jumat.
Lima Fokus Strategis Program BERANI Makmur
Program BERANI Makmur dirancang dengan lima fokus utama guna mendorong panen raya melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, serta pemberdayaan petani prasejahtera sekaligus penanganan stunting. Wagub juga menekankan pentingnya penguatan petani milenial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Selain itu, optimalisasi Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) menjadi komponen penting dalam strategi modernisasi pertanian Sulawesi Tengah. Kelima pilar ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Data Valid sebagai Fondasi Kebijakan
Wagub menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota, terutama dalam penyediaan data yang valid terkait potensi tanaman pangan dan hortikultura di masing-masing wilayah. Data yang akurat menjadi kunci dalam menentukan kebijakan serta penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
"Kalau ada potensi di daerah, segera sampaikan agar bisa kami dukung secara maksimal," ucapnya. Wagub menyampaikan optimisme bahwa sinergi antardaerah yang berorientasi pada data yang kuat akan menjadi instrumen penting untuk menggali potensi unggulan lainnya.
Durian Sulawesi Tengah Raih Pasar Global
Wagub menyebut komoditas durian Sulawesi Tengah sebagai "emas berduri" karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan telah menembus pasar global. Prestasi ini membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, produk pertanian lokal mampu bersaing di tingkat internasional.
Pada pertengahan April 2026, Sulawesi Tengah berhasil mengekspor 459 ton durian beku dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar ke Tiongkok. Kesuksesan ini menjadi model pengembangan komoditas unggulan lainnya di provinsi.
Inovasi Teknologi Pertanian Terintegrasi
Untuk mendukung transformasi sektor pertanian, Pemprov Sulteng telah meluncurkan dua inovasi penting. Pertama, aplikasi SI-GILING (Sistem Informasi Gilingan Padi Terintegrasi) yang menyediakan data penggilingan padi, harga gabah dan beras, serta informasi pertanian secara terintegrasi dan real time.
Kedua, Wisma Tani sebagai bagian dari inovasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng. Kehadiran kedua platform ini diharapkan membantu petani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan secara lebih tepat dengan dukungan data akurat. Dengan infrastruktur digital yang kuat, Sulawesi Tengah siap mengakselerasi pembangunan pertanian berkelanjutan di masa depan.