7 Gerakan Mobilitas dari Trainer 1Rebel London untuk Sendi Lebih Leluasa

Penulis: Gunawan Susilo  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:34:01 WIB
Master trainer 1Rebel London, LJ, memperagakan gerakan mobilitas untuk meningkatkan rentang gerak sendi.

SULAWESI TENGAH — Rutinitas mobilitas tujuh gerakan dari master trainer 1Rebel London, LJ, menyasar rentang gerak sendi yang sering terlewat oleh pekerja kantoran dan pelari. Tanpa alat selain matras, latihan ini bisa disisipkan sebagai pemanasan sebelum sesi beban atau peregangan pagi. Sebagian gerakan terasa asing di awalan, tapi efeknya ke pinggul dan bahu langsung terasa setelah satu putaran.

Tom's Guide Fitness membagikan rutinitas mobilitas yang disusun LJ, master trainer di 1Rebel London. LJ mengajar kelas mobilitas setiap pekan, dan tujuh gerakan yang ia pilih menyasar area yang paling sering kaku pada orang yang banyak duduk: pinggul, punggung tengah, dan bahu. Tidak ada peralatan khusus, hanya matras. Untuk beban tambahan di satu gerakan, cukup pakai kettlebell ringan.

LJ tidak menyebut jumlah set, repetisi, atau durasi di videonya. Sebagai pelatih, penulis Tom's Guide Fitness menyarankan dua pilihan: format interval 45 detik kerja dan 15 detik istirahat sebanyak 3–5 putaran, atau pendekatan set-repetisi dengan 6–8 repetisi per sisi untuk tiap gerakan, dua set masing-masing.

Adductor Rocks: Membuka Pinggul Samping yang Kaku

Mulai dari posisi merangkak, lalu rentangkan satu kaki ke samping dengan telapak menempel lantai dan jari kaki menghadap depan. Jaga tulang punggung netral, ayunkan pinggul ke belakang menuju tumit, lalu kembali ke depan perlahan.

Gerakan ini melatih adduktor atau otot paha dalam, plus mobilitas pinggul di bidang frontal. Cocok untuk pelari, pengangkat beban, dan siapa pun yang menghabiskan sebagian besar hari di kursi.

Scorpions: Rotasi Punggung dan Peregangan Hip Flexor

Berbaring tengkurap dengan kedua lengan terbuka membentuk huruf T. Ayunkan satu tumit ke atas dan menyilang ke arah tangan berlawanan, biarkan pinggul ikut berputar, lalu kembali dan ulangi di sisi lain.

Beban kerjanya ada di hip flexor dan paha depan, ditambah rotasi tulang punggung, mobilitas toraks, dan glute yang bekerja mengontrol ayunan.

Glute Bridge ke Cross-Body Overhead Reach

Berbaring telentang dengan lutut ditekuk, dorong lewat tumit hingga pinggul terangkat. Di posisi atas, raih satu lengan menyilang ke atas melewati kepala, turunkan kembali dengan kontrol, lalu ganti sisi.

Kombinasi ini melatih glute dan hamstring untuk ekstensi pinggul, stabilitas core, rotasi toraks, sekaligus mobilitas bahu lewat jangkauan ke atas. Gerakan inilah yang disebut penulis sebagai variasi baru baginya.

Quadruped Hip Internal Rotations: Rentang yang Sering Terlupa

Dari posisi merangkak, angkat satu kaki sedikit dari lantai lalu sapukan ke samping sehingga pinggul berputar ke dalam, kemudian kembali. Jaga torso tetap diam agar gerakan murni datang dari pinggul.

Rotasi internal pinggul jarang dilatih padahal kuncinya untuk lari, squat, dan perubahan arah. Gerakan ini juga menantang rotator pinggul dalam.

Wall Clock: Kontrol Bahu dan Bilah Belikat

Berdiri menyamping ke dinding, tempelkan lengan bawah atau telapak tangan. Perlahan telusuri busur dengan lengan seperti menyapu angka pada permukaan jam, sambil menjaga tulang rusuk tetap turun dan bilah belikat bergerak mulus.

Fokusnya mobilitas bahu dan kontrol skapula, menyasar rotator cuff serta otot penstabil bilah belikat. Berguna untuk pekerjaan dengan tangan di atas kepala.

Adductor Half-Kneeling Rock dengan Beban Ringan

Mulai dari posisi setengah berlutut dengan kaki depan direntangkan ke samping. Pegang kettlebell atau beban ringan di dada sebagai penyeimbang, lalu goyangkan pinggul ke belakang dan depan dengan dada tetap tegak.

Beban ringan membantu memperpanjang adduktor sambil melatih core dan glute untuk menjaga stabilitas.

Prone Swimmers: Penangkal Punggung Bungkuk

Berbaring tengkurap dengan lengan lurus ke depan dan kaki lurus, dahi melayang sedikit di atas matras agar leher netral. Angkat lengan dan kaki sedikit, lalu gerakkan lengan dan kaki berlawanan dengan pola kecil dan terkontrol.

Otot ekstensor tulang punggung dan glute jadi target utama, ditambah trapezius tengah-bawah serta deltoid belakang untuk postur. Gerakan ini menjadi penyeimbang kebiasaan membungkuk di depan layar.

Catatan Pelaksanaan dan Peringatan

Penulis menyarankan menjaga jumlah repetisi tetap serupa di setiap putaran dan melatih kedua sisi tubuh. Jika memilih putaran dengan jumlah sama, selesaikan repetisi satu sisi dulu lalu pindah sisi di putaran berikutnya.

Untuk pemula atau yang baru mengenal latihan mobilitas, jalankan perlahan dan berhenti jika muncul nyeri, terutama bila punya kondisi kesehatan atau cedera. Kontrol gerakan, jaga napas, dan jangan buru-buru mengejar repetisi.

  • Kelebihan: tanpa alat, durasi singkat, menyasar sendi yang jarang dilatih
  • Kelebihan: bisa jadi pemanasan sebelum latihan beban atau sesi mobilitas
  • Perlu diperhatikan: tidak ada panduan set dan repetisi resmi dari LJ, jadi takaran bergantung penyesuaian sendiri
  • Perlu diperhatikan: sebagian gerakan butuh kontrol teknik, pemula sebaiknya didampingi

Rutinitas tujuh gerakan ini paling masuk akal untuk pekerja kantoran, pelari, dan pengangkat beban yang ingin menjaga kualitas gerak seiring usia. Bagi yang punya riwayat cedera pinggul atau bahu, konsultasi dulu sebelum menjadikannya rutinitas tetap.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top