SULAWESI TENGAH — XLSmart menargetkan jaringan 5G hadir di 26 kota wilayah Jawa Tengah dan DIY sepanjang tahun ini, naik dari 23 kota yang sudah aktif. Perusahaan mencatat pertumbuhan trafik data 17% di koridor Jogja–Solo, dengan Sleman sebagai penyumbang lonjakan tertinggi 32%.
Dari total 40 kota di Jawa Tengah, sebanyak 23 di antaranya sudah terlayani 5G XLSmart. Perusahaan berencana menambah tiga kota lagi hingga akhir tahun sehingga cakupan 5G menyentuh sekitar 65% wilayah Jawa Tengah.
Senior VP Mobile Sales XLSmart area DIY–Jateng Joseph Marthinus Gultom menyebut pihaknya sudah menyiapkan kapasitas untuk melayani sekitar 24 juta pengguna internet dari 40,2 juta penduduk Jawa Tengah.
"Kalau kita lihat, 5G kita ada di 23 kota, sebentar lagi kita akan tambah 3 kota lagi untuk blanket 5G area," kata Joseph dalam Media Update Jaringan XLSmart Ultra 5G+ di Solo, Jawa Tengah.
Perluasan jaringan tahun ini mencakup kota dan kabupaten di dua provinsi. Berikut daftar lengkapnya:
Bantul, Banyumas, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Pemalang, Purbalingga, Kota dan Kabupaten Semarang, Sleman, Sukoharjo, Salatiga, Surakarta, Yogyakarta, Kota Tegal, serta Kota dan Kabupaten Magelang.
XLSmart mencatat pertumbuhan trafik internet di wilayah Jogja–Solo sebesar 17% sepanjang satu tahun terakhir. Lonjakan terbesar terjadi di Kabupaten Sleman dengan 32%, disusul Bantul 28%, Kota Yogyakarta 27%, Kota Surakarta 17%, dan Kabupaten Boyolali 10%.
Pola pertumbuhan itu, menurut Joseph, berbeda karakter antara dua kota. "Di Jogja, kebutuhan digital banyak didorong oleh pendidikan, kreativitas, dan pariwisata, sementara di Solo berkembang seiring aktivitas perdagangan dan UMKM," ujarnya.
Perusahaan memposisikan 5G bukan sekadar soal kecepatan unduh, melainkan dukungan untuk aktivitas harian. Contohnya mahasiswa yang mengikuti kelas daring, wisatawan yang mengunggah konten perjalanan, hingga pelaku UMKM yang memasarkan produk lewat kanal digital.
Di Yogyakarta, pengembangan jaringan difokuskan pada Malioboro, Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Candi Prambanan, Jogja Expo Center, dan Stadion Kridosono. Sementara di Solo, perhatian diarahkan ke Stasiun Solo Balapan, Stadion Manahan, dan Pura Mangkunegaran.
Kawasan-kawasan tersebut dipilih karena punya kebutuhan konektivitas beragam, mulai dari komunikasi sehari-hari, transaksi layanan digital, sampai produksi dan unggah konten.
Jaringan XLSmart di Jawa Tengah saat ini ditopang sekitar 35.100 BTS, termasuk lebih dari 8.000 BTS 5G. Di DIY tersedia lebih dari 5.100 BTS dengan lebih dari 1.300 di antaranya BTS 5G.
Secara keseluruhan, infrastruktur XLSmart di kedua provinsi mencapai lebih dari 40.000 BTS, termasuk lebih dari 9.600 BTS 5G.
"Melalui pengembangan jaringan XLSmart dan pilihan layanan seperti XL Ultra 5G+, kami ingin manfaat 5G semakin dekat dengan kebutuhan pelanggan," tandas Joseph.
Penambahan tiga kota tersisa ditargetkan rampung pada akhir tahun, melengkapi cakupan 26 kota yang menyasar kawasan padat aktivitas pendidikan, perdagangan, dan pariwisata di Jawa Tengah dan DIY.