PALU — Geliat ekonomi digital di Sulawesi Tengah menunjukkan akselerasi signifikan. Bank Indonesia mencatat transaksi pembayaran nontunai berbasis QRIS di provinsi ini mencapai 47,53 juta transaksi hingga Juni 2026, tumbuh 236 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian pada triwulan II tahun ini saja sudah lebih besar dibandingkan total akumulasi transaksi QRIS sepanjang tahun 2025 yang sebesar 37,80 juta transaksi. Angka itu mencerminkan pergeseran kebiasaan masyarakat dari transaksi tunai ke digital yang berlangsung cepat.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna mengungkapkan, pertumbuhan volume transaksi itu sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna QRIS. Hingga Juni 2026, tercatat 409,32 ribu pengguna atau tumbuh 17,83 persen secara tahunan.
Jumlah merchant yang terdaftar juga bertambah menjadi 346 ribu. Dari total tersebut, mayoritas berasal dari sektor usaha mikro yang mencapai 80,09 persen.
"Peningkatan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat Sulawesi Tengah dalam mengadopsi sistem pembayaran digital menggunakan QRIS," kata Irfan di Palu, Kamis.
Dengan jumlah merchant tersebut, Sulawesi Tengah menempati posisi ketiga terbanyak di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua). Posisi tersebut berada di bawah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.
Dominasi sektor usaha mikro dalam ekosistem QRIS ini dinilai menjadi fondasi penguatan ekonomi digital yang inklusif. Para pelaku UMKM disebut terbantu dalam menerima pembayaran tanpa perlu menyediakan uang kembalian.
Untuk memperluas adopsi pembayaran digital, BI Sulteng menghadirkan program inovasi Mall siap QRIS Tap dan Samsat siap QRIS Tap. Kedua program ini dirancang untuk memudahkan transaksi di pusat perbelanjaan dan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan pemerintah daerah setempat dalam mempercepat digitalisasi layanan publik. Teknologi yang digunakan berbasis Near Field Communication (NFC) yang memungkinkan transaksi lebih cepat tanpa perlu memindai kode.
"Program ini lahir untuk memudahkan transaksi saat berbelanja di mal dan pembayaran pajak kendaraan bermotor tanpa harus transaksi tunai," ujar Irfan.