SULAWESI TENGAH — Penunjukan Xavi menjadi langkah besar Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) untuk membangun era baru. Filosofi menyerang dan penguasaan bola yang diusungnya diyakini sejalan dengan identitas sepak bola Belanda.
Xavi mengaku memiliki kedekatan emosional dengan sepak bola Belanda. Ia menyebut pengaruh besar Johan Cruyff dan Rinus Michels dalam pembentukan gaya bermainnya sejak di akademi La Masia.
"Merupakan suatu kehormatan besar untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda. Sebagai seseorang yang dibina di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh kuat dari, antara lain, Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda. Bisa dibilang, saya adalah putra sepak bola Belanda," kata Xavi dikutip dari laman KNVB.
Selain Cruyff, Xavi juga menyebut Louis van Gaal dan Frank Rijkaard sebagai sosok pembentuk kariernya. Van Gaal adalah pelatih yang memberikan debut Xavi di tim utama Barcelona pada 1998.
Direktur Elite Football KNVB, Nigel de Jong, menilai pengalaman Xavi sebagai pemain dan pelatih sangat cocok dengan filosofi sepak bola Belanda. Ia dianggap sosok tepat untuk memimpin skuad Oranje memasuki era kompetitif.
Sebagai pemain, Xavi adalah salah satu gelandang terbaik generasinya. Ia menghabiskan 17 musim di Barcelona dengan koleksi delapan gelar liga dan empat trofi Liga Champions.
Bersama Timnas Spanyol, pria 44 tahun itu juga meraih Piala Dunia 2010 serta dua gelar Piala Eropa pada 2008 dan 2012.
Xavi kini dituntut menerjemahkan pengalaman tersebut untuk Timnas Belanda. Ia ingin membangun tim yang dominan, kreatif, dan menyerang, tetapi tetap fleksibel menghadapi sepak bola modern.
Susunan staf kepelatihan akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang. Xavi memastikan akan melibatkan unsur Belanda dalam tim kepelatihannya agar pengetahuan tentang pemain lokal dan budaya sepak bola negara itu tetap terjaga.