PALU — Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyatakan perspektif inklusi kini menjadi bagian penting dalam arah kebijakan pembangunan yang tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Langkah ini tidak hanya berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi diterjemahkan ke dalam keterlibatan langsung penyandang disabilitas di setiap tahap pembangunan.
"Pemkot Palu memprioritaskan penyandang disabilitas dalam arah kebijakan pembangunan yang dituangkan ke dalam RPJMD," kata Hadianto di Palu, Rabu.
Kolaborasi yang tengah dibangun mengarah pada program Building Effective Network (BEN) yang diinisiasi NLR Indonesia. Program ini menyasar anak dan remaja penyandang disabilitas agar memperoleh dukungan serta kesempatan yang setara dalam kehidupan sosial.
"Kolaborasi lewat program BEN perlu dihadirkan di Kota Palu guna menciptakan inklusi dalam perlindungan dan pemenuhan hak disabilitas," ujarnya.
Pertemuan lanjutan untuk memperluas kerja sama telah dilakukan pada Selasa (4/8) di Palu. Pemkot Palu bersama Yayasan NLR Indonesia, Kemenko PMK, dan KDN membahas langkah konkret pemenuhan hak dasar penyandang disabilitas di ibu kota Sulawesi Tengah tersebut.
Perluasan penyediaan fasilitas publik dan infrastruktur yang aksesibel menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan inklusi. Kebijakan ini menyasar seluruh warga, termasuk kelompok rentan yang selama ini kerap kesulitan mengakses layanan publik.
"Kami menyambut baik kolaborasi ini, karena ada kesamaan arah sekaligus menjadi peluang kerja sama yang lebih konkret antara Pemkot Palu dan berbagai organisasi yang bergerak di bidang pemenuhan hak penyandang disabilitas," tutur Hadianto.
Pemkot Palu menegaskan pelayanan dan pembangunan yang diterapkan memberikan kesempatan sama bagi seluruh masyarakat. Target jangka panjangnya, Palu dapat tumbuh sebagai kota yang semakin inklusif, ramah, dan berkeadilan bagi semua kalangan.