PALU — Ribuan warga Kota Palu turun bersama personel TNI membersihkan kawasan pasar, tempat ibadah, pantai, dan ruang publik lain dalam aksi karya bakti yang digelar Kodam XXIII/Palaka Wira. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT pertama kodam yang akan jatuh pada 10 Agustus mendatang.
Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan, aksi bersih-bersih ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.
"Ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT pertama Kodam XXIII/Palaka Wira yang diperingati pada 10 Agustus. Kami melaksanakan beberapa kegiatan yang menyentuh kepentingan masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah maupun Sulawesi Barat," ujarnya di Palu, Jumat.
Pangdam menyebut, dari 16 titik yang menjadi sasaran, antusiasme warga terlihat tinggi. Ia mencontohkan, di kawasan pasar dan pesisir pantai, warga bahu-membahu membersihkan sampah yang menumpuk sejak beberapa hari terakhir.
"Kami melihat masyarakat antusias mengikuti kegiatan ini," kata Jonathan.
Personel yang diterjunkan berasal dari Kodam XXIII/Palaka Wira, Korem 132/Tadulako, Kodim jajaran Kota Palu, serta Batalyon Teritorial Pembangunan. Mereka bekerja bersama perangkat kelurahan dan warga setempat.
Di luar aksi kebersihan, Pangdam menegaskan bahwa Kodam XXIII/Palaka Wira yang baru berusia satu tahun ini tidak hanya berkutat pada pembinaan organisasi internal. Sejumlah program prioritas pemerintah yang menyentuh langsung hajat hidup warga juga tengah dijalankan.
Program tersebut mencakup ketahanan pangan, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, hingga pembangunan Jembatan Garuda. Selain itu, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta revitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK) juga menjadi perhatian.
"Kami melaksanakan program ini untuk mendukung program-program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Kegiatan karya bakti ini diharapkan tidak hanya berhenti pada momentum HUT, tetapi menjadi rutinitas yang mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di Sulawesi Tengah.