SIGI — Rentetan gempa susulan yang tak kunjung reda membuat kondisi tanah di sejumlah wilayah Kabupaten Sigi kian kritis. BMKG melaporkan total 1.256 kali gempa susulan telah tercatat hingga saat ini, meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir bandang.
Kepala BMKG setempat menjelaskan, getaran yang terus berulang membuat struktur tanah di lereng-lereng perbukitan Sigi menjadi longgar. Ketika hujan dengan intensitas lebat turun, air akan mudah meresap dan memicu pergerakan tanah.
“Kami imbau warga yang tinggal di sekitar lereng atau bantaran sungai untuk lebih waspada. Risiko longsor dan banjir bandang meningkat signifikan saat hujan deras mengguyur,” ujar perwakilan BMKG dalam keterangan resmi yang diterima, Senin lalu.
Pihak BMKG secara khusus meminta masyarakat di Sigi untuk tidak beraktivitas di dekat tebing atau aliran sungai ketika hujan mulai turun deras. Curah hujan tinggi yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan menjadi faktor pemicu utama.
“Kami juga mengingatkan pemerintah desa untuk aktif memantau titik-titik rawan longsor dan menyiapkan jalur evakuasi,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat longsor susulan, namun sejumlah akses jalan di perbukitan dilaporkan sempat tertutup material longsor ringan.