Aturan Baru Google Drive Dikritik Pengguna Android, Banyak yang Mulai Cari Alternatif Penyimpanan Cloud Lain

Penulis: Irfan Hakim  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 01:37:01 WIB
Pengguna Android mulai mencari alternatif layanan cloud setelah perubahan kebijakan Google Drive.

Google Drive selama ini menjadi pilihan utama pengguna Android untuk menyimpan dokumen, foto, dan file lainnya. Namun, sejumlah perubahan pada batas penyimpanan yang diterapkan belakangan ini membuat banyak pengguna merasa dirugikan dan mulai mencari layanan lain.

Batas Penyimpanan Makin Ketat, Pengguna Merasa Terjebak

Keluhan utama pengguna tertuju pada kebijakan baru yang dianggap semakin membatasi ruang penyimpanan gratis. Banyak yang menyebut kebijakan ini sebagai "cloud storage trap" atau jebakan penyimpanan awan.

Mereka yang selama ini bergantung pada Google Drive untuk kebutuhan dasar seperti backup foto dan dokumen kini harus merogoh kocek lebih dalam. Jika tidak, mereka harus merelakan file-file lama untuk dihapus.

Bukan Hanya Soal Harga, Tapi Juga Fleksibilitas

Masalahnya tidak semata-mata pada biaya berlangganan. Pengguna juga mengeluhkan kurangnya fleksibilitas dalam mengelola ruang penyimpanan yang ada. Beberapa fitur yang sebelumnya bisa dinikmati gratis kini mulai dibatasi atau dipindahkan ke layanan berbayar.

Kondisi ini mendorong pengguna untuk mencari opsi lain yang dianggap lebih transparan dan ramah di kantong. Beberapa platform alternatif seperti pCloud, MEGA, atau bahkan layanan dari Microsoft dan Apple mulai dilirik.

Dampak ke Pengguna Indonesia: Langganan atau Pindah?

Bagi pengguna di Indonesia, situasi ini menjadi dilema. Google Drive masih menjadi layanan yang paling terintegrasi dengan perangkat Android dan aplikasi produktivitas seperti Google Docs dan Google Photos.

Namun, dengan semakin ketatnya batasan, pengguna harus mulai menghitung ulang apakah langganan tahunan Google One lebih menguntungkan dibandingkan beralih ke penyedia lain. Beberapa layanan alternatif menawarkan ruang penyimpanan sekali bayar seumur hidup yang bisa lebih ekonomis dalam jangka panjang.

Belum Ada Tanggapan Resmi dari Google

Hingga berita ini ditulis, Google belum memberikan pernyataan resmi terkait gelombang kritik yang muncul. Kebijakan batas penyimpanan yang diperketat tampaknya merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendorong lebih banyak pengguna beralih ke paket berbayar.

Langkah ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, perubahan kebijakan serupa juga pernah diterapkan pada layanan Google Photos yang mengakhiri fitur penyimpanan gratis tanpa batas pada tahun 2021.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: howtogeek.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top