SULAWESI TENGAH — Fenway Sports Group (FSG) akhirnya mengambil langkah drastis. Arne Slot dipecat dari kursi pelatih Liverpool setelah musim yang mengecewakan. Alasan utamanya bukan sekadar hasil, melainkan tuntutan kembalinya sepak bola "heavy-metal" khas Anfield yang sudah lama hilang.
Mohamed Salah, yang hengkang musim panas ini, menjadi salah satu pengkritik paling vokal. Dalam pernyataan perpisahannya, ia secara gamblang meminta Liverpool mengembalikan gaya bermain agresif dan menghibur. Manajemen klub ternyata sepakat dengan tuntutan itu.
Ini kali pertama Liverpool memecat manajer yang baru saja membawa mereka juara liga. Sir Kenny Dalglish dipecat pada masa jabatan keduanya, saat hanya memenangi Piala Liga. Slot, yang musim lalu menangani trauma kematian Diogo Jota dengan profesional, pantas mendapat perlakuan lebih baik ketimbang hujatan di media sosial.
Namun, jarak antara Slot dan suporter di Anfield sudah tidak bisa disembunyikan. Saat laga kandang terakhir melawan Chelsea, stadion bergemuruh dengan suara boo. Eksekutif klub sadar: jika tidak bertindak sekarang, toksisitas yang sama akan meledak lagi di awal musim depan.
Namun, tanggung jawab kemerosotan ini tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada Slot. Musim panas lalu, FSG dan direktur sepak bola Michael Edwards menggelontorkan hampir £450 juta untuk rekrutmen. Hasilnya? Juara bertahan justru tampil lebih buruk.
Mereka membeli bek sayap Jeremie Frimpong seharga £29,5 juta untuk tim yang tidak memakai formasi bek sayap. Mereka menghabiskan seluruh musim panas mengejar Alexander Isak, yang pada akhirnya memaksa sang striker meminta hengkang. Edwards dan direktur olahraga Richard Hughes yang memimpin perburuan ini—Hughes adalah orang yang merekrut Andoni Iraola saat di Bournemouth.
Slot tersinggung saat timnya disebut membosankan. Ia berusaha keras mencari solusi, tapi justru semakin tersesat di musim keduanya. Masalah bola mati tak kunjung selesai, kebobolan gol telat terjadi berulang kali, dan kebugaran pemain dipertanyakan.
Lebih parah lagi, jiwa kepemimpinan di skuad hilang. Virgil van Dijk secara mengecewakan mengakui timnya "menyerah" saat tersingkir dari Piala FA oleh Manchester City. Gaya bermain yang tumpul dan minim karakter menjadi alasan utama suporter Anfield berbalik arah.
Dengan kepergian Salah dan Robertson, Liverpool kini membersihkan dek untuk pelatih baru. Andoni Iraola, yang memiliki hubungan kerja kuat dengan Hughes, disebut sebagai kandidat terdepan. Tugasnya jelas: mengembalikan sepak bola heavy-metal ke Anfield dan memenangkan kembali hati suporter yang sudah lama kecewa.