PALU — Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang kemudian melaporkan temuan tersebut ke aparat setempat. Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) setempat bersama Tim Inafis Polresta Palu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti.
Dari hasil olah TKP awal, polisi menemukan sepucuk surat yang diduga ditulis langsung oleh korban sebelum kejadian. Surat tersebut disebutkan berisi pesan perpisahan dan permintaan maaf kepada orang tua serta kerabat dekat. Meski demikian, pihak kepolisian masih enggan merinci secara detail isi surat tersebut sebelum pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami masih melakukan pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Surat yang ditemukan sudah diamankan sebagai barang bukti," ujar seorang petugas di lokasi.
Korban diketahui masih berstatus sebagai pelajar aktif di salah satu sekolah menengah atas di Kota Palu. Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani visum et repertum guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi liar terkait penyebab pasti kematian korban. Pemeriksaan saksi-saksi, termasuk keluarga dan tetangga, masih terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik tindakan nekat tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan pelajar dan remaja. Pihak keluarga yang tengah berduka belum memberikan keterangan resmi kepada publik.