SULAWESI TENGAH — Kepala Badan Pembinaan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengumpulkan jajaran direksi Karya Group untuk memastikan proyek strategis nasional ini tidak meleset dari jadwal. Ia menekankan pentingnya disiplin waktu dalam setiap tahapan konstruksi.
"Danantara Indonesia fokus memberikan dukungan penuh pada aspek pendanaan serta pemantauan progres proyek secara berkala," ujar Dony dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, kemarin.
BP BUMN juga mengambil langkah inisiatif dengan memperkuat aspek legal dan koordinasi kelembagaan bersama Kementerian Pekerjaan Umum. Sinergi lintas sektoral ini menjadi kunci utama dalam menuntaskan berbagai hambatan teknis di lapangan.
Guna menjaga keberlanjutan proyek, setiap BUMN Karya diwajibkan lebih selektif dalam menunjuk vendor maupun subkontraktor. Kebijakan ini diberlakukan untuk menjamin standar kualitas bangunan yang kokoh dan aman bagi para siswa nantinya.
Pemerintah menerapkan sistem monitoring mingguan untuk memastikan setiap kendala di lapangan segera teratasi. Langkah ini diambil agar proyek yang dibiayai oleh negara tidak mengalami pembengkakan biaya atau keterlambatan yang signifikan.
Melalui pengawalan intensif dari BP BUMN dan Danantara Indonesia, proyek Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi fondasi pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. Target penyelesaian seluruh fasilitas pendidikan ini adalah 20 Juni 2026.