Harga Emas Dunia Hari Ini 10 Mei 2026: Spot Rp 2,64 Juta per Gram, Masih Perkasa

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 12:23:21 WIB
Harga emas spot global naik tipis menjadi Rp 2,64 juta per gram pada 10 Mei 2026.

Pukul 12 siang di Jakarta, layar ponsel para investor emas tanah air masih menunjukkan warna hijau. Harga emas spot global hari ini, Senin 10 Mei 2026, tercatat di level Rp 2.641.897 per gram, atau menguat tipis 0,42 persen dalam 24 jam terakhir. Di tengah hiruk-pikuk pasar keuangan global yang masih gamang, logam mulia kembali menunjukkan taringnya sebagai aset safe haven yang dicari.

Penguatan ini terjadi di saat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih stabil di posisi Rp 17.370 per dolar. Artinya, kenaikan harga emas hari ini murni didorong oleh sentimen eksternal, bukan sekadar efek pelemahan rupiah. Lantas, apa yang sebenarnya membuat emas terus bersinar di tengah ketidakpastian? Mari kita bedah satu per satu.

Harga Emas Hari Ini: Tabel Lengkap dan Angkanya

Bagi Anda yang ingin mengetahui angka pasti, berikut adalah harga emas spot berdasarkan data terkini pukul 12:14 WIB:

Harga Emas Spot (Internasional):

  • Per gram: Rp 2.641.897 (setara USD 152,10) — naik 0,42% dalam 24 jam
  • Per troy ons: Rp 82.172.259 (setara USD 4.730,70) — naik 0,42% dalam 24 jam

Nilai tukar acuan: USD/IDR di level Rp 17.370 per dolar AS, stagnan dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan tipis ini mungkin terlihat sepele, namun dalam konteks pasar yang sedang volatil, konsolidasi di level tinggi justru menjadi sinyal bahwa permintaan terhadap emas masih solid.

Estimasi Harga Emas Fisik: Antam dan Pegadaian

Jika Anda berniat membeli emas batangan fisik hari ini, perlu diingat bahwa harga di toko emas, Butik Antam, atau Pegadaian biasanya lebih tinggi dari harga spot. Pasalnya, ada biaya premium, ongkos cetak, dan margin distributor yang berkisar antara 5 hingga 10 persen. Dengan hitungan kasar, begini estimasinya:

  • Emas Antam 1 gram: diperkirakan di kisaran Rp 2.773.000 hingga Rp 2.906.000 per gram
  • Emas Pegadaian 1 gram: biasanya sedikit lebih rendah, sekitar Rp 2.730.000 hingga Rp 2.850.000 per gram

Angka ini bisa berbeda tipis tergantung lokasi dan kebijakan masing-masing gerai. Jadi, jangan lupa untuk mengecek langsung aplikasi atau call center sebelum datang ke toko.

Mengapa Emas Masih Naik? Cerita dari Pasar Global

Ada tiga faktor utama yang membuat harga emas hari ini tetap bertahan di zona positif. Pertama, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah belum juga mereda. Konflik yang tak kunjung usai membuat para investor institusi besar terus memarkir dananya di aset aman seperti emas. Kedua, data inflasi di Amerika Serikat yang dirilis akhir pekan lalu masih menunjukkan angka yang lebih tinggi dari ekspektasi. Ini membuat pasar ragu-ragu terhadap prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat.

Ketiga, dan ini yang paling menarik, adalah aksi beli bank-bank sentral negara berkembang. Data terbaru menunjukkan bahwa cadangan emas global terus bertambah, terutama dari negara-negara Asia dan Eropa Timur. Mereka tidak hanya membeli untuk diversifikasi, tapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko nilai tukar mata uang mereka sendiri. Indonesia sendiri, meski tidak seagresif beberapa negara tetangga, tetap menjadi salah satu pasar emas ritel terbesar di kawasan.

Kombinasi antara ketidakpastian geopolitik, inflasi yang lengket, dan permintaan institusional inilah yang membuat emas masih betah di level tinggi meskipun dolar AS sedang perkasa.

Tips untuk Anda: Jangan Asal Beli, Pahami Dulu Strateginya

Melihat harga yang terus bergerak naik, wajar jika banyak orang tergoda untuk langsung membeli. Tapi sebagai analis, saya selalu mengingatkan: investasi emas bukan soal "kapan beli", melainkan "bagaimana cara beli yang benar". Untuk investor ritel di Indonesia, ada tiga jalur yang bisa dipilih sesuai profil risiko Anda.

Pertama, emas batangan fisik. Cocok untuk Anda yang ingin memegang langsung asetnya. Belilah di tempat resmi seperti Butik Antam, Pegadaian, atau toko emas bersertifikat. Simpan di safe deposit box jika jumlahnya besar. Kedua, tabungan emas digital. Layanan dari Pegadaian, Bank Syariah Indonesia, atau aplikasi fintech memungkinkan Anda membeli emas mulai dari Rp 10.000. Praktis, likuid, dan tidak perlu khawatir soal penyimpanan. Ketiga, reksa dana emas. Ini adalah instrumen yang harganya mengikuti pergerakan emas global, cocok untuk Anda yang ingin eksposur ke emas tanpa repot mengurus fisiknya.

Prinsip utamanya sederhana: jangan pernah all-in. Alokasikan maksimal 10-15 persen dari total portofolio Anda ke emas, dan lakukan pembelian secara berkala atau yang biasa disebut dollar-cost averaging. Dengan cara ini, Anda tidak perlu pusing memprediksi kapan harga turun atau naik.

FAQ: Tiga Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan

1. Apakah lebih baik beli emas fisik atau digital?
Keduanya punya kelebihan. Emas fisik lebih aman dari risiko siber dan bisa dijaminkan, tapi butuh biaya penyimpanan. Emas digital lebih likuid dan murah, tapi tergantung pada kepercayaan terhadap penyelenggara aplikasi. Pilih sesuai kebutuhan dan kenyamanan Anda.

2. Kapan waktu yang tepat untuk menjual emas?
Tidak ada waktu yang sempurna, tapi banyak investor menjual ketika harga mencapai level psikologis, misalnya saat harga spot menyentuh Rp 2,7 juta per gram. Pantau terus berita ekonomi global, terutama keputusan suku bunga The Fed, karena itu biasanya menjadi pemicu utama pergerakan harga.

3. Apakah emas terkena pajak saat dijual?
Untuk emas batangan, penjualan di atas Rp 10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik NPWP, dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Namun, jika Anda menjual melalui Pegadaian atau platform digital, biasanya pajak sudah termasuk dalam harga jual.

Demikian ulasan harga emas hari ini, Senin 10 Mei 2026. Perlu diingat, artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Seluruh data yang disajikan bersifat indikatif dan bukan merupakan saran investasi atau ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan Anda setelah berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional.

Reporter: Faizal Ramadhan
Back to top