PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mematangkan persiapan sarana dan prasarana di Asrama Haji Transit Palu menjelang keberangkatan jamaah ke Tanah Suci. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung, mulai dari penginapan hingga dapur umum, dalam kondisi layak dan siap melayani para tamu Allah.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido mengecek satu per satu fasilitas penunjang di lokasi tersebut pada Rabu. Fokus pemeriksaan meliputi kenyamanan kamar calon haji, standar kebersihan kantin, kesiapan dapur, hingga kelaikan armada bus yang akan membawa jamaah menuju bandara.
“Kita pastikan semua siap dan jamaah terlayani dengan baik,” ujar Reny A Lamadjido saat meninjau Asrama Haji Transit Palu. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan kenyamanan maksimal agar proses keberangkatan seluruh calon haji dari Bumi Tadulako berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tengah, Muchlis Aseng, menjelaskan bahwa total 1.751 calon haji akan terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter). Distribusi jamaah dimulai dari Kloter 9-BPN hingga Kloter 13-BPN yang dijadwalkan berangkat melalui Embarkasi Balikpapan.
Berdasarkan jadwal resmi, Kloter 9 diagendakan mulai memasuki asrama pada 7 Mei dan diterbangkan ke Balikpapan keesokan harinya, 8 Mei. Khusus untuk Kloter 13, jamaah asal Sulteng akan bergabung dengan sebagian jamaah yang berasal dari Kalimantan Timur.
Guna menampung gelombang keberangkatan tersebut, Asrama Haji Transit Palu memiliki daya tampung hingga 400 orang. Kapasitas ini dinilai memadai untuk melayani satu kloter yang rata-rata berjumlah sekitar 360 jamaah dalam satu kali transit.
Proporsi jamaah lanjut usia (lansia) pada musim haji kali ini mencapai sekitar 20 persen dari total kuota provinsi. Tercatat ada 351 calon haji lansia yang memerlukan perhatian ekstra selama berada di asrama maupun saat perjalanan, dengan jamaah tertua berusia 93 tahun asal Kota Palu.
Muchlis Aseng mengimbau seluruh jamaah untuk memprioritaskan kondisi fisik sebelum memasuki fase keberangkatan. Persiapan mental dan kesehatan menjadi kunci utama mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina yang prima, terutama bagi para lansia.
Pemerintah provinsi dan otoritas terkait akan terus memantau perkembangan persiapan di lapangan. Langkah ini diambil guna memastikan standar pelayanan di asrama tetap terjaga hingga seluruh jamaah dari lima kloter tersebut tuntas diberangkatkan menuju Arab Saudi.