APINDO Sulteng: Dunia Usaha Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi

Penulis: Kevin Pratama  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:05:48 WIB
Ketua APINDO Sulteng Wijaya Chandra menyoroti pentingnya kolaborasi tripartit dalam menjaga stabilitas dunia usaha di Palu.

Palu — Peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) di Kota Palu, Sabtu (2/5/2026), menjadi momentum refleksi atas kondisi dunia usaha yang masih berjuang menghadapi tekanan ekonomi. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menekankan bahwa sektor usaha regional kini berada dalam fase bertahan sambil menjaga operasional dan menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kolaborasi Tripartit Jadi Kunci Stabilitas

Wijaya Chandra menegaskan pentingnya peran seimbang ketiga pilar dalam menjaga stabilitas hubungan industrial. Dia menyatakan:

"Tripartit harus berjalan seimbang. Jika salah satu tidak berfungsi, keseimbangan akan terganggu. Di Palu, konflik ketenagakerjaan yang sampai ke pengadilan masih bisa ditekan. Ini perlu dijaga melalui komunikasi yang konsisten."

Catatan positif datang dari penekanan konflik ketenagakerjaan di Palu yang masih terjaga. Meski demikian, Wijaya mengingatkan bahwa tekanan biaya operasional dan ketidakpastian ekonomi terus menjadi beban serius bagi pelaku usaha dalam mempertahankan stabilitas kerja.

Tantangan Struktural Memperumit Bisnis

Selain tekanan ekonomi makro, dunia usaha Sulawesi Tengah menghadapi persoalan struktural yang kompleks. Isu legalitas usaha, sengketa lahan, dan beban utang menjadi hambatan tambahan yang memperberat aktivitas operasional pengusaha.

Wijaya juga menyinggung kondisi nasional, termasuk penutupan sejumlah perusahaan BUMN yang dinilai tidak efisien. Situasi ini menciptakan ketidakpastian tambahan bagi ekosistem bisnis lokal yang masih berupaya menemukan momentum pemulihan.

Kualitas SDM Menjadi Strategi Adaptasi

Menghadapi tantangan ini, Wijaya menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai strategi jangka panjang. Dia meyakini bahwa pekerja yang terus mengembangkan keterampilan mampu beradaptasi lebih baik dan meningkatkan posisi ekonomi mereka.

"Peluang selalu ada bagi yang mau belajar. Banyak yang memulai dari bawah dan bisa naik kelas karena konsistensi dan kemampuan beradaptasi," katanya.

Wijaya juga mengingatkan pentingnya disiplin dan integritas di dunia kerja, serta menjauhi praktik-praktik merusatif seperti penyalahgunaan narkoba dan perjudian yang dapat menurunkan produktivitas.

Sinyal Positif untuk Investasi Daerah

Wijaya memandang bahwa jika komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja tetap terjaga, hal tersebut akan menciptakan sinyal positif bagi masuknya investasi ke Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu. Kolaborasi solid menjadi fondasi untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kolaborasi menjadi kunci. Dengan itu, kita bisa menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tutup Wijaya Chandra, mengajak semua pihak memperkuat kerja sama dalam menghadapi tekanan ekonomi yang ada.

Reporter: Kevin Pratama
Back to top