Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadwalkan Tanwir 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada 19-21 November 2026 dengan agenda utama merancang program jangka panjang organisasi untuk 25 tahun ke depan. Forum permusyawaratan di bawah muktamar itu juga menjadi panggung persiapan muktamar tahun berikutnya, termasuk pembentukan panitia pemilihan dan tata tertib pemilihan. PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan akbar tersebut.
PALU — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah Muh Amin Parakkasi menyebut pelaksanaan Tanwir di Palu memiliki posisi strategis bagi perkembangan organisasi. Agenda itu, katanya, menjadikan Kota Palu sebagai titik tolak perumusan arah Muhammadiyah dalam kurun seperempat abad ke depan.
"Tanwir kali ini menjadi saksi sejarah di Palu, karena Pimpinan Pusat akan merancang program jangka panjang untuk kepentingan organisasi, umat dan bangsa," ujar Amin dalam konferensi pers di Palu, Minggu.
Forum di Bawah Muktamar, Diikuti Anggota Tanwir Se-Indonesia
Amin menjelaskan Tanwir merupakan permusyawaratan Muhammadiyah yang berada di bawah muktamar. Forum itu mempertemukan anggota Tanwir dari berbagai wilayah di Indonesia untuk membahas sejumlah agenda strategis organisasi.
Selain menyusun program jangka panjang, Tanwir Muhammadiyah 2026 menjadi bagian dari persiapan menghadapi muktamar yang digelar pada tahun berikutnya.
"Semua akan dibahas di sini, termasuk agenda persiapan muktamar yang akan dibahas, antara lain pembentukan panitia pemilihan, tata tertib pemilihan, serta tata tertib muktamar," ucap Amin.
Kapasitas Arena Utama 1.000 Orang, Peserta Inti 500-600 Orang
Ketua Panitia Tanwir Muhammadiyah Prof Rajindra menyatakan persiapan lokasi pelaksanaan telah mencapai sekitar 98 persen. Pelaksanaan Tanwir dipusatkan di kompleks Universitas Muhammadiyah Palu.
"Arena utama di gedung Universitas Muhamadiyah (Unismuh) Palu memiliki kapasitas sekitar 1.000 orang, sementara jumlah peserta inti diperkirakan mencapai 500 hingga 600 orang. Kemudian, untuk area keseluruhan akan diadakan di lingkungan kampus," tutur Rajindra yang juga Rektor Universitas Muhamadiyah Palu.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengundang seluruh anggota Tanwir se-Indonesia untuk hadir di Kota Palu pada 19-21 November 2026.
PW Muhammadiyah Sulteng Pertama Kali Jadi Tuan Rumah
"Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah untuk pertama kalinya mendapat amanah menjadi tuan rumah kegiatan akbar ini," kata Amin.
Dengan status tuan rumah perdana, PW Muhammadiyah Sulteng menanggung beban koordinasi peserta dari seluruh provinsi. Persiapan kampus Unismuh Palu yang disebut sudah 98 persen menjadi penopang utama kelancaran forum.
Tanwir Palu menjadi titik temu dua agenda besar: arah program 25 tahun Muhammadiyah dan penyiapan mekanisme muktamar. Hasil forum itu akan menentukan siapa yang duduk di kepanitiaan pemilihan dan bagaimana aturan main muktamar disusun.