TOLITOLI — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar KKSS Kabupaten Tolitoli berlangsung di Masjid Jami Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan. Warga perantauan asal Sulawesi Selatan bersama tokoh agama dan pengurus masjid memadati area masjid sejak pagi. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan religius.
Tradisi Wala Suji dan Pohon Telur Hiasi Ruang Utama Masjid
Nuansa khas Maulid terasa dari deretan wala suji dan hiasan pohon telur warna-warni yang menghiasi ruang utama masjid. Tradisi itu merupakan bagian dari budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Kehadirannya memperkaya suasana kebersamaan dalam peringatan Maulid.
Ketua KKSS: Maulid Momentum Pererat Silaturahmi Warga Perantauan
Ketua KKSS Kabupaten Tolitoli, Andi Ahmad Syarif, menyebut peringatan Maulid sebagai momentum mempererat silaturahmi antar warga perantauan Sulawesi Selatan. Menurutnya, kegiatan itu sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dengan masyarakat di Kelurahan Baru.
"Masjid Jami Kelurahan Baru ini menjadi saksi kebersamaan kita hari ini. Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan pengingat bagi kita semua untuk terus meneladani kebaikan, kejujuran dan kepedulian sosial yang diajarkan oleh Rasulullah SAW," ujarnya kepada RRI.co.id, Sabtu (19/9/2026).
Nilai Akhlak Rasulullah Jadi Landasan Berorganisasi dan Bermasyarakat
Andi Ahmad Syarif menambahkan, sosok Nabi Muhammad SAW perlu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berorganisasi dan bermasyarakat. Nilai-nilai akhlak mulia Rasulullah, katanya, dapat menjadi landasan untuk membangun kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ia mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi warga KKSS Tolitoli untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan. Tradisi dan kebudayaan Sulawesi Selatan pun tetap terjaga di tanah perantauan. KKSS berkomitmen memberikan kontribusi positif serta menjaga persatuan bersama masyarakat Kabupaten Tolitoli.
Doa Bersama untuk Keselamatan dan Kemajuan Tolitoli
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, dan kemajuan Kabupaten Tolitoli. Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah antarwarga. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan masyarakat semakin erat setelahnya.