Pencarian

Eugenia Diva Raih Perunggu Wushu Asian Games 2026, Nilai 9,706 Poin

Senin, 21 September 2026 • 11:06:01 WIB
Eugenia Diva Raih Perunggu Wushu Asian Games 2026, Nilai 9,706 Poin
Atlet wushu Indonesia Eugenia Diva Widodo tampil pada nomor changguan putri Asian Games 2026 di Aichi, Jepang.

SULAWESI TENGAH — Eugenia Diva Widodo menyumbang medali perunggu nomor changguan putri pada Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, Senin (21/9/2026), dengan nilai 9,706 poin. Hasil itu memperpanjang tren positif wushu Indonesia setelah Seraf Naro Siregar juga meraih perunggu sehari sebelumnya. Menpora Erick Thohir yang menyaksikan langsung pertandingan menyebut setiap medali kontingen tetap layak diapresiasi.

Aichi, Jepang — Eugenia Diva Widodo menutup penampilannya di nomor changguan putri dengan nilai 9,706 poin, cukup untuk mengunci posisi ketiga di atas podium. Perolehan itu datang dari kombinasi nilai 5,00 untuk kualitas gerakan, 2,706 untuk keseluruhan performa, dan 2,00 untuk tingkat kesulitan.

Persaingan di nomor ini berlangsung ketat. Sham HYL dari Hong Kong merebut emas dengan 9,713 poin, sementara Sou CM dari Makau membawa perak dengan 9,710 poin. Selisih ketiganya hanya 0,007 poin — nyaris tak terlihat di papan skor.

Wushu Indonesia Kumpulkan Dua Perunggu dalam Dua Hari

Medali Eugenia menambah koleksi wushu Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sehari sebelumnya, Seraf Naro Siregar membuka rekening medali kontingen Merah Putih lewat perunggu nomor changquan putra.

Dua perunggu dalam dua hari menempatkan wushu sebagai penyumbang medali tercepat bagi Indonesia di ajang multicabang Asia tersebut. Cabang ini memang kerap menjadi andalan Indonesia di level regional, dengan sejumlah atlet yang rutin bersaing di kejuaraan dunia.

Erick Thohir: Perunggu Tetap Layak Dihargai

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir hadir langsung di arena menyaksikan penampilan Eugenia. Meski target kontingen Indonesia adalah medali emas, ia menegaskan setiap perjuangan atlet tetap patut dihargai.

"Tentu apresiasi kepada para atlet yang sudah berjuang mendapatkan perunggu, perak, luar biasa," ujar Erick Thohir usai pertandingan.

Pernyataan itu menyiratkan tekanan tersendiri bagi kontingen Indonesia di Asian Games kali ini. Target medali emas tetap dibebankan, tetapi pencapaian di luar emas tidak lantas diabaikan.

Eugenia: Lawan Ketat, Selisih Nilai Tipis

Eugenia mengaku puas dengan hasil yang diraihnya. Baginya, perunggu di Aichi merupakan buah dari latihan panjang yang selama ini dijalani.

"Hari ini puas banget, hasilnya ini adalah apa yang aku latih hari ini," katanya.

Ia juga menyoroti ketatnya persaingan di nomor changguan putri. Para pesaingnya merupakan atlet kelas dunia dengan selisih nilai yang sangat tipis.

"Lawan cukup bagus dan berlangsung ketat. Bahkan nilainya beda tipis-tipis. Tapi aku berusaha rileks. Ini adalah langkah untuk menatap kompetisi selanjutnya. Terima kasih atas dukungan dan doanya," pungkas Eugenia.

Bagi Indonesia, tambahan perunggu ini menjaga momentum kontingen di awal gelaran. Wushu menjadi cabang pertama yang menyumbang medali, dan hasil Eugenia memberi sinyal bahwa persiapan atlet nasional di nomor seni berjalan sesuai jalur. Kompetisi masih panjang — peluang menambah pundi medali dari cabang lain masih terbuka lebar.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks