Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk memperkuat jaring keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Palu dan sekitarnya. Langkah ini diambil karena Polri dinilai tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kondusivitas lingkungan.
PALU — Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulawesi Tengah memandang ormas sebagai mitra strategis yang mampu membangun kesadaran warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Peran aktif elemen masyarakat ini dinilai krusial untuk mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
"Polisi tidak bisa bekerja sendiri, sehingga perlu peran serta seluruh elemen masyarakat," ujar Direktur Binmas Polda Sulteng Kombes Pol. Sirajuddin Ramly di Palu, Jumat (13/6).
Mengapa Ormas Menjadi Mitra Kunci Kepolisian?
Menurut Sirajuddin, ormas memiliki jangkauan hingga ke akar rumput dan mampu memengaruhi perilaku warganya. Keterlibatan mereka dinilai efektif untuk menyebarkan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mendeteksi potensi konflik lebih awal.
Ia menambahkan bahwa komunikasi dan kolaborasi yang intensif antara aparat dan ormas menjadi kunci menjaga situasi tetap aman dan kondusif di Sulawesi Tengah.
Sinergi untuk Mencegah Gangguan Keamanan
Kerja sama ini ke depan diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Polisi tidak bisa hadir di setiap sudut kota, sehingga kesadaran warga menjadi garda terdepan.
"Harapannya ini bisa meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar di masa mendatang," tuturnya.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi kelembagaan di Sulawesi Tengah, di mana kepolisian secara aktif merangkul kelompok masyarakat sipil untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai.