Pencarian

Bulog Sulteng Sudah Serap 11 Ribu Ton Gabah Petani hingga Agustus 2026, Tembus 96 Persen dari Target

Senin, 24 Agustus 2026 • 21:40:31 WIB
Bulog Sulteng Sudah Serap 11 Ribu Ton Gabah Petani hingga Agustus 2026, Tembus 96 Persen dari Target
Petugas Perum Bulog Sulawesi Tengah memeriksa kualitas gabah kering giling di gudang penyimpanan di Palu, Senin (25/8/2026).

Perum Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat serapan gabah kering petani lokal telah mencapai 11 ribu ton lebih sejak Januari hingga Agustus 2026. Realisasi itu setara 96 persen dari target pemerintah sebesar 11.300 ton dan diproyeksikan bakal melampaui target sebelum akhir tahun.

PALU — Perum Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat serapan gabah kering petani lokal telah mencapai 11 ribu ton lebih sejak Januari hingga Agustus 2026. Realisasi itu setara 96 persen dari target pemerintah sebesar 11.300 ton dan diproyeksikan bakal melampaui target sebelum akhir tahun.

"Target serapan Sulawesi Tengah 11.300 ton, saat ini kami telah merealisasikan di angka 11 ribu ton lebih," kata Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah Jusri di Palu, Senin.

Optimisme Melampaui Target dan Strategi Penyerapan

Pihaknya optimistis realisasi serapan gabah bakal melampaui target yang ditetapkan. Meski begitu, perencanaan Bulog tetap mengoptimalkan serapan untuk menunjang ketahanan pangan nasional.

Salah satu strategi yang dijalankan adalah menambah jaringan mitra penggilingan padi di wilayah-wilayah sentra pangan. Saat ini, di wilayah kerja kantor wilayah (kanwil) Bulog, terdapat tujuh mitra gilingan padi dan sebagian besar berada di Kabupaten Parigi Moutong.

Dua Metode Pembelian dan Harga di Tingkat Petani

Bulog menggunakan dua metode pembelian hasil produksi petani, baik dalam bentuk gabah kering giling (GKG) maupun beras siap konsumsi. Langkah ini ditempuh untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional dan percepatan swasembada pangan.

Harga pembelian pemerintah ditetapkan Rp6.500 per kilogram. Penetapan harga ini disebut telah mempertimbangkan keuntungan ekonomis bagi petani.

Tantangan di Lapangan dan Sosialisasi ke Petani

Tidak semua petani menjual hasil produksinya dalam bentuk gabah. Kondisi itu dipengaruhi berbagai faktor, sehingga Bulog gencar melakukan sosialisasi kepada para petani dan memperkuat pola kemitraan dengan penggilingan padi, Bintara pembina desa (Babinsa), serta penyuluh pertanian.

Upaya ini dilakukan agar penyerapan hasil panen bisa lebih optimal di tingkat lapangan.

Hasil Serapan untuk Program Pemerintah

Gabah yang diserap Bulog disiapkan untuk berbagai intervensi program pemerintah, seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan pemerintah (bapang), hingga bantuan untuk kebencanaan.

"Pada intinya hasil serapan bahan pangan oleh pemerintah dikembalikan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar," ujar Jusri.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks