Pencarian

Skor PISA 2022 dan Survei Bank Dunia Jadi Alarm Mutu Pendidikan, Presiden Prabowo Didorong Fokus pada Dua Sektor Kunci: Pendidikan dan Kesehatan

Kamis, 18 Juni 2026 • 13:21:31 WIB
Skor PISA 2022 dan Survei Bank Dunia Jadi Alarm Mutu Pendidikan, Presiden Prabowo Didorong Fokus pada Dua Sektor Kunci: Pendidikan dan Kesehatan
Presiden Prabowo didorong fokus pada pendidikan dan kesehatan sebagai kunci kemajuan Indonesia.

SULAWESI TENGAH — Surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto menyebut dua sektor sebagai "kunci" untuk membuka gembok kemajuan Indonesia: pendidikan dan kesehatan. Penulis surat menekankan bahwa keduanya harus menjadi inti pembangunan modal manusia (human capital). Pengetahuan, keterampilan, dan kesehatan adalah modal produktivitas generasi mendatang.

Pekerjaan Rumah dari PISA 2022: Skor 366 untuk Matematika

Data Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menjadi rujukan utama dalam surat tersebut. Pada PISA 2022, skor siswa Indonesia untuk matematika hanya 366, membaca 359, dan sains 383. Capaian ini masih terpaut jauh dari rata-rata OECD: 472, 476, dan 485.

"Ini bukan untuk membuat kita minder, melainkan untuk mengingatkan bahwa pekerjaan rumah kita masih sangat banyak," demikian kutipan dalam surat tersebut. Jika kemampuan dasar anak-anak masih tertinggal, sulit bagi mereka bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Temuan Bank Dunia: 72 Persen Siswa Kelas 4 Tak Membaca Setara Kelasnya

Survei layanan pendidikan Indonesia yang dirilis Bank Dunia pada 2020 memberikan gambaran lebih gamblang. Rata-rata siswa kelas 4 tertinggal 1,5 tahun dari level yang diharapkan. Hanya 28 persen siswa yang memiliki kemampuan membaca setara kelas 4.

Survei yang sama menyoroti rendahnya tingkat pengetahuan guru dalam bahasa Indonesia, matematika, dan pedagogi. Banyak sekolah, menurut temuan Bank Dunia, masih kekurangan buku dan minim infrastruktur. Kondisi ini dinilai sebagai "alarm keras" bahwa mutu pendidikan tidak bisa diselesaikan hanya dengan slogan.

APBN 2025: Anggaran Pendidikan Harus Jadi Investasi, Bukan Sekadar Belanja

Surat terbuka itu mendesak agar alokasi APBN untuk sektor pendidikan benar-benar dijaga sebagai investasi jangka panjang dan tidak mudah dikorbankan. Dokumen APBN dari Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa anggaran pendidikan diarahkan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing.

Prioritas anggaran meliputi perbaikan infrastruktur sekolah, peningkatan kompetensi guru, perluasan akses pendidikan, penguatan pendidikan vokasi, serta link and match dengan pasar kerja. Penulis surat berargumen bahwa setiap tambahan satu tahun sekolah secara global berkaitan dengan kenaikan upah per jam sekitar 9 persen.

"Kalau anak-anak kita dididik dengan benar, maka mereka bukan hanya siap menjadi pekerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja, penggerak UMKM, inovator lokal, dan warga yang lebih tangguh menghadapi zaman," tulisnya.

Dua Sektor yang Tak Bisa Ditawar

Pendidikan disebut sebagai fondasi pertama dan jalan paling pasti untuk keluar dari kemiskinan. Sementara kesehatan menjadi fondasi kedua yang tak kalah penting. Keduanya, menurut surat tersebut, harus menjadi inti dari kebijakan pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Surat terbuka ini muncul di tengah hiruk-pikuk kebijakan baru pemerintah yang mendapat tepuk tangan sekaligus kritik. Penulis surat menegaskan bahwa tanpa memperkuat dua pintu paling awal ini, Visi Indonesia Maju hanya akan menjadi gembok yang sulit dibuka.

Bagikan
Sumber: kompasiana.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks