PALU — Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyebut insiden pertama terjadi di Desa Lembah Bomban, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong. Karhutla di lokasi itu berkobar sejak pukul 11.00 WITA dan menghanguskan sekitar dua hektare kebun kakao serta cengkih milik warga.
Pada hari yang sama, titik api juga terpantau di Kabupaten Tojo Una-Una. Areal terdampak berada di Kelurahan Labia Bae, Kecamatan Ampana, dan Desa Uekuli, Kecamatan Tojo, dengan luas mencapai dua hektare.
BPBD Tojo Una-Una bersama regu pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi usai menerima laporan warga yang melihat kepulan asap. Petugas melakukan asesmen sekaligus pemadaman di dua titik tersebut.
Seluruh titik api di kedua kabupaten dinyatakan padam. Meski begitu, personel gabungan yang melibatkan anggota TNI dan Polri tetap memantau situasi guna mengantisipasi munculnya titik api susulan.
BNPB mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa ini. Penyebab pasti karhutla masih diselidiki kepolisian setempat.
Wilayah Sulawesi Tengah memasuki periode rawan karhutla pada musim kemarau. Kebun kakao dan cengkih yang menjadi sumber penghidupan warga di Parigi Moutong dan Tojo Una-Una termasuk areal yang rentan terbakar karena banyak lahan kering di sekitar permukiman.