Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia tengah menjajaki peluang kerja sama investasi di sektor sumber daya mineral Sulawesi Tengah, salah satu wilayah dengan cadangan nikel terbesar di Tanah Air. Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste menyatakan kesiapan pihaknya untuk mempertemukan pelaku usaha Jerman dengan mitra lokal di Sulteng demi membuka peluang bisnis yang saling menguntungkan.
PALU — Kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste ke Sulawesi Tengah pada Rabu lalu menjadi sinyal baru bagi pengembangan sektor pertambangan di provinsi tersebut. Pihak Kedubes Jerman tidak hanya menyoroti potensi pertanian dan perkebunan, tetapi juga secara spesifik menargetkan sektor mineral sebagai ladang investasi yang menjanjikan.
"Kerja sama tidak hanya mencakup pertanian dan perkebunan, tetapi juga sektor mineral. Kami siap membantu mencocokkan peluang bisnis yang ada di Sulawesi Tengah dengan perusahaan-perusahaan Jerman yang memiliki ketertarikan untuk berinvestasi," kata Ralf Beste dalam kunjungannya di Palu.
Sulawesi Tengah merupakan salah satu pemilik cadangan nikel terbesar di Indonesia. Konsentrasi tambang mineral ini tersebar di kawasan Morowali, Morowali Utara, Banggai, dan sekitarnya.
Wilayah tersebut telah berkembang menjadi pusat pengolahan nikel melalui kawasan industri berskala besar, seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan kawasan industri di Kabupaten Morowali Utara. Keberadaan fasilitas hilirisasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor asing, termasuk dari Jerman.
Ralf Beste mengungkapkan bahwa hubungan kerja sama antara Jerman dan Indonesia telah terjalin selama kurang lebih 70 tahun dan terus berkembang di berbagai bidang. Kunjungan ini merupakan langkah konkret untuk memperluas cakupan kerja sama ekonomi, khususnya dengan Sulawesi Tengah.
Menurutnya, Sulteng memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi, tidak hanya di sektor pertambangan, tetapi juga pertanian dan perkebunan. Kedutaan Besar Jerman berkomitmen memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha Jerman dengan mitra lokal di Sulawesi Tengah untuk menjajaki peluang investasi.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido menyambut baik kunjungan Dubes Jerman tersebut. Ia menilai momen ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kerja sama kedua negara, khususnya dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis pengelolaan sumber daya alam Sulawesi Tengah.
Pemerintah Provinsi Sulteng selama ini memang gencar mendorong hilirisasi nikel melalui pengembangan kawasan industri. Dengan masuknya minat investasi dari Jerman, diharapkan rantai pengolahan mineral di daerah tersebut semakin bertambah dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.