Banjir Bandang di Parigi Moutong Rendam 50 Rumah, 12 KK Mengungsi dan Jalan Trans Sulawesi Tertutup Lumpur

Penulis: Hendra Wijaya  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:24:32 WIB
Banjir bandang di Desa Avolua, Parigi Moutong, merendam 50 rumah warga dan memaksa 12 kepala keluarga mengungsi.

Banjir bandang yang menerjang Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyebabkan belasan rumah rusak dan puluhan lainnya terendam lumpur. BPBD setempat mencatat sedikitnya 12 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat bencana yang terjadi Rabu (26/8) dini hari itu. Suplai air bersih menggunakan mobil tangki kini tengah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

PALU — Sedimentasi lumpur dan material kayu menutupi ruas jalan Trans Sulawesi sepanjang 500 meter di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, setelah sungai meluap pada Rabu (26/8) sekitar pukul 01.00 Wita. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mencatat 12 rumah warga rusak dan 50 rumah terendam lumpur akibat luapan air sungai yang dipicu hujan lebat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sebanyak 68 KK atau 103 jiwa dinyatakan terdampak. Sebuah unit pabrik durian di kawasan tersebut juga ikut menjadi sasaran terjangan banjir bandang.

Dua Mobil Tangki Dikerahkan untuk Pasok Air Bersih

Pelaksana tugas (Plt) BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menyatakan kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama penanganan darurat saat ini. Pemerintah telah mengerahkan dua unit mobil tangki milik BPBD Parigi Moutong dan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk melayani warga.

"Kebutuhan mendesak saat ini berupa air bersih sudah disalurkan menggunakan mobil tangki," kata Moh Rivai saat dihubungi dari Palu, Rabu.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat untuk memperkuat jaringan distribusi air bersih. "Tidak menutup kemungkinan mobil suplai air akan bertambah," ujarnya menambahkan.

Logistik dan Asesmen Data Terus Dilakukan

Selain air bersih, kebutuhan logistik berupa makanan siap saji untuk para korban banjir juga mulai didistribusikan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih melakukan asesmen di lapangan untuk pembaruan data kerusakan dan jumlah pengungsi.

Penanganan kedaruratan melibatkan personel gabungan dari BPBD, pemadam kebakaran, TNI/Polri, aparat desa, serta warga setempat. Mereka bahu-membahu membersihkan material lumpur dan kayu yang menutupi akses jalan utama penghubung antarprovinsi di Sulawesi itu.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top