GIIAS Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jatim Target Jadi Motor Penjualan Nasional

Penulis: Joko Purnomo  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:37:31 WIB
Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza, Plt Kepala Disperindag Jatim Iwan, dan Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika menghadiri seremoni pembukaan GIIAS Surabaya 2026 di Surabaya, Rabu (26/8).

SULAWESI TENGAH — Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Iwan, serta Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika hadir langsung dalam seremoni pembukaan GIIAS Surabaya 2026, Rabu (26/8). Ajang ini diikuti 37 merek kendaraan bermotor yang terdiri dari segmen penumpang, komersial, hingga sepeda motor, plus 25 merek industri pendukung.

Jawa Timur Jadi Andalan Baru Industri Otomotif Nasional

Putu Juli Ardika menyebut konsistensi Surabaya sebagai destinasi GIIAS selama satu dekade terakhir bukan tanpa alasan. Data per April 2026 menempatkan Jatim di posisi ketiga nasional dengan kontribusi 9,1 persen dari total penjualan kendaraan.

Badan Pusat Statistik mencatat populasi mobil penumpang di provinsi ini mencapai 5,58 juta unit per 23 Februari 2026. "Potensi besar itu yang GAIKINDO bidik melalui penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2026 ini," ujarnya.

Untuk mengakomodasi animo pengunjung, panitia menambah satu hall baru sehingga total area pameran membengkak menjadi 15.000 meter persegi. Ada 14 merek baru yang ikut meramaikan pameran tahun ini.

Penjualan Mobil Nasional Tumbuh 18,3 Persen, Target 1 Juta Unit

Faisol Riza mengungkapkan optimisme terhadap kebangkitan industri otomotif nasional. Data wholesales periode Januari–Juli 2026 mencapai 517.000 unit, tumbuh 18,3 persen dibanding periode sama tahun lalu. Penjualan ritel juga naik 12,3 persen menjadi 511.000 unit.

Kemenperin menargetkan penjualan domestik tahun ini bisa melampaui 850.000 unit. "Bahkan bisa mendekati angka psikologis satu juta unit seperti pada masa kejayaan industri otomotif sebelumnya," papar Faisol.

GIIAS sendiri disebut sebagai pameran otomotif terbesar kedua di dunia setelah China—sebuah posisi yang ingin terus dipertahankan lewat penyelenggaraan di kota-kota besar seperti Surabaya.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: harian.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top