MOROWALI — Amsal Sitepu, pengurus GEKRAFS Nasional, memilih duduk satu meja dengan pelaku usaha kreatif di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, daripada sekadar memberikan arahan dari atas. Agenda yang bertajuk "Merdeka Berkarya, Budaya Bersama Menggerakkan Ekonomi Kreatif Lokal" ini menjadi ruang dialog bagi perajin, pelaku kuliner, dan seniman digital untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Dialog berlangsung hangat dan tanpa sekat. Amsal, yang juga menjabat Ketua DPC GEKRAFS Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menegaskan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari perjalanan menjemput aspirasi dari ujung barat hingga timur negeri.
"Kami tidak datang untuk memberi arahan dari atas. Kami datang untuk mendengar dari bawah. Karena di tangan para pelaku ekonomi kreatif inilah potensi sesungguhnya berada," ujarnya di hadapan para peserta.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah pelaku usaha mengangkat persoalan klasik yang tak kunjung usai. Akses permodalan menjadi keluhan yang paling dominan, disusul minimnya pelatihan manajemen usaha dan perluasan pasar yang masih terbatas pada skala lokal.
Perlindungan hak cipta juga menjadi perhatian serius. Para perajin dan desainer asal Kabupaten Morowali mengaku karyanya kerap diduplikasi tanpa izin, sementara mereka tidak memiliki pengetahuan serta sumber daya untuk menempuh jalur hukum.
Iswanto, salah satu pelaku ekonomi kreatif yang hadir, mengapresiasi langkah GEKRAFS yang mau turun langsung. Menurutnya, kegiatan seperti ini jauh lebih bermanfaat dibanding sekadar seremoni foto bersama.
"Kami sebagai pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Morowali sangat senang sekali ada pihak yang benar-benar mau mendengar suara kami. Bukan sekadar foto bersama, tapi benar-benar memahami apa yang kami butuhkan untuk berkembang," ungkapnya.
Ketua DPC GEKRAFS Kabupaten Morowali, Bahrun Samran, memastikan seluruh masukan yang terkumpul tidak akan berhenti sebagai catatan. Pihaknya berkomitmen merangkai aspirasi tersebut menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret untuk diperjuangkan ke pemerintah daerah.
"Kita harus berjalan bersama, tumbuh bersama, dan sukses bersama. Ekonomi kreatif Indonesia khususnya di Kabupaten Morowali akan bangkit jika kita saling mendukung dan menguatkan satu sama lain," tambah Bahrun dengan semangat.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Morowali. Kehadiran kedua instansi tersebut dinilai penting sebagai jembatan antara kebutuhan pelaku usaha dan program pembinaan pemerintah di daerah penghasil nikel tersebut.