SULAWESI TENGAH — Lonjakan IHSG pagi ini tak lepas dari gurita saham BUMN yang kompak hijau. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi motor utama dengan penguatan 210 poin (5%) ke Rp 4.410 per saham. Disusul PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang naik 210 poin (5,9%) ke Rp 3.770, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang terapresiasi 120 poin (4,21%) ke posisi Rp 2.970.
Tak hanya sektor finansial, saham pertambangan dan telekomunikasi pelat merah juga ikut mendongkrak indeks. PT Timah Tbk (TINS) tercatat melesat tajam 260 poin (7,88%), sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 220 poin (7,72%). Di sisi lain, raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 80 poin (2,80%).
“Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pasar modal kita,” ujar Dony Oskaria dalam keterangan resmi, Senin (15/6).
Menurut Dony, penguatan IHSG dan rupiah menjadi bukti nyata bahwa BUMN kini berada dalam posisi paling optimal. Meski sempat dihadapkan pada berbagai isu dan dinamika pasar, investor tetap memilih melihat realitas kinerja perusahaan negara yang dinilai lebih efisien dan menguntungkan.
“Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan negara kita sedang mencatatkan pencapaian di posisi paling optimal,” jelasnya.
Dony menambahkan, momentum ini akan dimanfaatkan untuk mengakselerasi penciptaan nilai dan memberikan imbal hasil yang menjanjikan bagi para pemegang saham. “Ini adalah bukti bahwa BUMN kita betul-betul berada di posisi terbaiknya untuk terus melesat ke depan,” pungkasnya.