Pencarian

Karim Rossi Mimpi Bela Timnas Swiss, Sadar Peluangnya Berat di Usia 32

Senin, 19 Oktober 2026 • 21:03:31 WIB
Karim Rossi Mimpi Bela Timnas Swiss, Sadar Peluangnya Berat di Usia 32
Striker Karim Rossi menyebut namanya sempat masuk pembicaraan media Swiss sebagai kandidat pelapis Breel Embolo di Timnas Swiss.

SULAWESI TENGAH — Karim Rossi mengaku tersentuh namanya sempat masuk pembicaraan media Swiss sebagai kandidat pelapis Breel Embolo di Timnas Swiss. Eks striker Persis Solo dan Dewa United itu sadar peluangnya berat, terutama karena usianya sudah 32 tahun dan belum pernah dipanggil level senior.

Karim Rossi menilai sorotan media Swiss pada musim 2025/2026 sebagai bentuk pengakuan atas kerja kerasnya bersama Shamakhi. Striker berusia 32 tahun itu menyebut pembicaraan tersebut bukan sesuatu yang ia kejar, melainkan konsekuensi dari performanya di Liga Azerbaijan.

13 Gol Bersama Shamakhi Membuka Pintu Perbincangan

Musim 2025/2026 menjadi periode produktif bagi Karim Rossi. Ia menorehkan 13 gol bersama Shamakhi, catatan yang membuat namanya sempat disebut layak menjadi pelapis Breel Embolo di lini depan Timnas Swiss.

Posisi striker memang menjadi titik lemah Swiss dalam beberapa waktu terakhir. Embolo masih menjadi satu-satunya penyerang yang dinilai cukup tajam, sementara stok pelapis di sektor itu sulit ditemukan meski lini lain terbilang melimpah.

Pengakuan Karim Rossi soal Peluang di Timnas Swiss

Karim Rossi tidak menutup mata soal realitas peluangnya. Ia menyadari kompetisi di lini depan Swiss ketat, ditambah usianya yang sudah memasuki 32 tahun dan belum ada panggilan di level senior.

"Namaku sempat muncul di media Swiss di musim 2025/2026. Saya sadar sangat sulit bagi saya untuk terpilih masuk ke Timnas Swiss, tapi saya merasa itu bagian dari hadiah pekerjaan saya di musim itu," ungkap Karim Rossi kepada Bola.com.

Pernyataan itu menunjukkan sikap realistis. Rossi memilih melihat sorotan media sebagai apresiasi atas musim apiknya, bukan sebagai jaminan menuju skuad asuhan Murat Yakin.

Dua Negara, Satu Pilihan yang Belum Terjawab

Karim Rossi punya latar belakang yang membuka dua opsi di level internasional. Ayahnya berasal dari Maroko, sedangkan ibunya dari Swiss. Ia juga pernah memperkuat Timnas Swiss di level usia.

"Ya ayahku dari Maroko, dan ibuku dari Swiss. Aku pernah memperkuat Timnas Swiss di level usia," tandasnya.

Hingga kini, karier internasional Rossi di level senior masih belum berjalan. Ia sempat menimba pengalaman di sepak bola Indonesia bersama Persis Solo dan Dewa United sebelum melanjutkan karier di Azerbaijan.

Yang Harus Dilakukan Rossi Jika Ingin Dipanggil

  • Mempertahankan ketajaman bersama Shamakhi di musim berikutnya
  • Menjaga konsistensi performa di Liga Azerbaijan agar tetap terpantau pengamat Swiss
  • Membuka komunikasi dengan federasi terkait status kewarganegaraan dan kelayakan
  • Memanfaatkan usia 32 tahun sebagai modal pengalaman, bukan penghalang

Peluang memang tipis. Namun catatan 13 gol dan pengakuan media Swiss setidaknya menempatkan Karim Rossi di radar, sesuatu yang belum ia dapatkan sepanjang karier profesionalnya.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bola.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks