Pencarian

Langkawi Malaysia: SkyCab 708 Mdpl hingga Dream Forest Malam Hari

Kamis, 10 September 2026 • 16:01:31 WIB
Langkawi Malaysia: SkyCab 708 Mdpl hingga Dream Forest Malam Hari
Panorama Langkawi SkyCab mengangkut penumpang menuju titik setinggi 708 meter di atas permukaan laut.

SULAWESI TENGAH — Pulau Langkawi di negara bagian Kedah, Malaysia, bukan cuma soal pantai dan laut. Di balik lanskap tropisnya, ada rangkaian pengalaman yang bisa dinikmati dari pagi hingga malam: panorama pegunungan dari ketinggian, masakan rumahan, adrenalin di atas air, sampai susur hutan yang disulap jadi pertunjukan cahaya.

Penjelajahan yang difasilitasi Tourism Malaysia bersama TransNusa itu memperlihatkan sisi Langkawi yang jarang masuk itinerary wisatawan Indonesia. Dalam waktu berdekatan, satu sisi pulau berganti ke sisi lain tanpa jeda panjang.

SkyCab: Kereta Gantung Paling Curam di Dunia

Perjalanan dimulai dari Panorama Langkawi SkyCab di kawasan Gunung Machinchang. Kabin kereta gantung mengangkut penumpang meninggalkan Oriental Village menuju titik setinggi 708 meter di atas permukaan laut.

Jalur SkyCab punya kemiringan sekitar 42 derajat. Angka itu membuatnya disebut sebagai salah satu rute cable car paling curam di dunia. Begitu kabin menjauh dari daratan, Langkawi terlihat seperti bentangan lukisan tanpa tepi.

Gugusan pulau tampak mengambang di kejauhan. Saat cuaca mendukung, beberapa pulau di wilayah selatan Thailand ikut terlihat dari atas.

Ada dua stasiun yang jadi bagian pengalaman ini. Stasiun pertama punya jembatan kaca yang cukup menguji nyali bagi yang takut ketinggian. Ikon kepala elang beserta telur di area ini jadi titik favorit untuk mengabadikan perjalanan.

SkyBridge: Jembatan Melengkung 125 Meter

Dari stasiun kedua, Langkawi SkyBridge membentang sepanjang 125 meter. Jembatan pedestrian ini melengkung di atas lanskap pegunungan dan memberi sudut pandang berbeda menikmati pulau.

Berjalan di atasnya seperti diminta berhenti sejenak sebelum kembali turun. Setelah puas dari ketinggian, perjalanan berlanjut ke pengalaman yang jauh lebih membumi.

Makan Siang di Mak Ngah Gulai Panas

Makan siang berlangsung di Mak Ngah Gulai Panas, kawasan Kisap, Langkawi. Tempat ini bukan restoran wisata mewah. Suasananya sederhana, mirip rumah makan lokal dengan hidangan rumahan yang akrab bagi lidah Indonesia.

Mak Ngah dikenal lewat gulai ikan, meski pilihan menunya cukup beragam. Setelah pagi dihabiskan di tengah atraksi wisata, sajian bercita rasa Melayu itu jadi jeda yang menyenangkan.

Jetcar dan Legenda Tasik Dayang Bunting

Sore hari kembali ke air. Dari kawasan jetty, sebuah jetcar berbentuk mobil sport meluncur di perairan Langkawi. Bentuknya sekilas menyerupai Lamborghini, tapi sensasinya lebih dekat ke perpaduan berkendara dan bermain air.

Bawa barang sesedikit mungkin. Ponsel lebih aman dengan phone strap, sementara tas tahan air berguna melindungi barang dari cipratan. Wisatawan yang mudah mual sebaiknya siapkan obat antimual sebelum perjalanan dimulai.

Jetcar membawa kami menuju Tasik Dayang Bunting di Pulau Dayang Bunting. Nama itu berarti "dayang yang mengandung," merujuk pada bentuk pegunungan yang dari kejauhan menyerupai perempuan hamil sedang berbaring.

Di baliknya tersimpan legenda Mambang Sari dan Mat Teja, kisah cinta tragis yang jadi bagian cerita rakyat Langkawi. Danau air tawar itu berada sangat dekat dengan laut.

Kami menghabiskan waktu dengan berenang dan mencoba permainan menyerupai mini ninja warrior. Kepercayaan lokal menyebut, siapa pun yang berenang di danau tersebut akan memperoleh kesuburan.

Dream Forest Langkawi: Hutan yang Bercerita

Malam belum berarti perjalanan selesai. Setelah makan malam di Orkid Ria Seafood Restaurant, restoran seafood yang berdiri sejak 1989 dan hanya berjarak sekitar satu menit dari hotel, kami menuju Dream Forest Langkawi.

Di sana, hutan berubah jadi ruang pertunjukan sepanjang sekitar 1,2 kilometer. Cahaya, musik, projection mapping, instalasi seni, narasi, dan aktivitas interaktif berpadu menghidupkan tiga kisah utama: legenda Tasik Dayang Bunting, Merong Mahawangsa, serta cerita tentang para raksasa Langkawi.

Pengunjung tidak sekadar berdiri sebagai penonton. Cerita bergerak mengikuti langkah kaki, membuat perjalanan terasa seperti memasuki halaman dongeng yang hidup. Teknologi hadir tanpa sepenuhnya mengambil alih alam.

Salah satu interaksi menarik ada pada spot berbentuk terompet mirip tanduk. Pengunjung cukup berteriak, lalu lampu-lampu kecil di sekitar hutan menyala semakin banyak sesuai kekuatan suara.

Tiket untuk wisatawan asing yang kami temui saat kunjungan berada di kisaran RM 85 atau sekitar Rp 372 ribu. Informasi tarif terkini dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola Dream Forest Langkawi.

Kembali ke Penang via Kuala Kedah

Keesokan paginya, Langkawi perlahan ditinggalkan. Ferry membawa kami menuju Kuala Kedah, sebelum perjalanan darat dilanjutkan. Rute ini jadi penutup rangkaian yang memperlihatkan Langkawi dari ketinggian, meja makan, permukaan air, sampai kegelapan hutan.

Durasi ideal untuk menikmati kombinasi ini adalah dua hari satu malam. Hari pertama untuk SkyCab, SkyBridge, dan jetcar, hari kedua untuk Dream Forest sebelum kembali ke Penang.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks